Masalah Struktural Klub
Mataredaksi.com, BOGOR – Mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, menilai klub telah menjadikan Igor Tudor kambing hitam setelah memecatnya awal pekan ini. Menurut Gigli, masalah Juventus bersumber dari manajemen dan strategi klub, bukan hanya performa Tudor.
ROBERTO Mancini (Sumber foto: Robert Cianflone/Getty Images)
Dalam wawancara dengan TMW, Cobolli Gigli menyebut situasi di Turin “rumit untuk dijelaskan” dan melampaui ruang istirahat tim. Selain itu, ia menambahkan, manajemen perlu mengevaluasi mekanisme internal agar keputusan tak semata membebani pelatih.
Tudor Pantas Mendapat Kredit
Gigli menekankan bahwa Tudor pantas mendapat lebih banyak pujian. “Tudor membuktikan bahwa dia mampu melakukan hal-hal yang baik. Dia membawa Juventus finis keempat tahun lalu dan menghasilkan penampilan hampir gemilang, termasuk melawan Inter. Namun, mekanisme klub tidak mendukungnya sepenuhnya”, jelasnya.
Ia juga mengkritik kampanye transfer yang tampak menjanjikan tetapi gagal memberikan hasil nyata. Dengan demikian, tanggung jawab utama tetap berada di pihak manajemen, bukan pelatih.
Reaksi Pelatih Lain
PELATIH Kepala Atalanta, Ivan Jurić mengamati jalannya pertandingan Serie A antara Cremonese dan Atalanta di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. (Sumber foto: Emmanuele Ciancaglini/Getty Images)
Pelatih Atalanta, Ivan Jurić, memberikan komentar terkait situasi Tudor. Dalam konferensi pers setelah laga Atalanta-ACMilan, Ivan Jurić mengatakan, “Saya merasa kasihan pada Tudor karena dia adalah seorang pemain Juventus. Namun, ini adalah tugas kami. Ketika periode bermain baik tetapi tak menang, tim harus meningkatkan performa di setiap area”.
Sementara itu, setelah kekalahan Juventus 1-0 dari Lazio, tekanan memuncak, dan klub langsung memecat Tudor keesokan harinya. Massimo Brambilla ditunjuk sebagai pelatih sementara, sementara pelatih Juventus Next Gen mengambil alih tim utama.
Calon Pengganti dan Preferensi
Cobolli Gigli menyoroti dinamika internal klub, termasuk potensi bentrok Tudor dengan manajemen. “Tudor memiliki karakter kuat dan membawa sepakbola yang mengasyikkan. Saya akan menahannya, tetapi klub memilih shock therapy”, ujarnya.
Selain itu, ia memberikan preferensi pada Roberto Mancini dibanding Luciano Spalletti sebagai pengganti Tudor, meski ada beberapa keberatan terkait Mancini. Sementara itu, Raffaele Palladino dinilai “penuh niat baik tetapi minim pengalaman”.
LUCIANO Spalletti (Sumber foto: Alessandro Sabattini/Getty Images)
Memulai Kembali dari Nol
Akhirnya, Cobolli Gigli menegaskan Juventus harus memulai kembali dari nol untuk memulihkan identitas klub. “Klub perlu membangun fondasi yang kuat agar dapat bersaing secara konsisten di masa depan”, tuturnya.
Ia menekankan bahwa manajemen, staf, dan pemain harus bekerja sama untuk menerapkan strategi yang efektif. Dengan demikian, keputusan yang diambil bukan sekadar tentang Tudor, tetapi menyangkut keseluruhan struktur klub. (MR-02)






