Cobolli Gigli: Tudor Jadi Kambing Hitam Juventus

MANTAN presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli ketika berbicara kepada media dengn menilai Igor Tudor dijadikan kambing hitam setelah pemecatannya, Senin (27/10/2025) malam WIB. (Sumber foto: telesport.al)

Masalah Struktural Klub

Mataredaksi.com, BOGOR – Mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, menilai klub telah menjadikan Igor Tudor kambing hitam setelah memecatnya awal pekan ini. Menurut Gigli, masalah Juventus bersumber dari manajemen dan strategi klub, bukan hanya performa Tudor.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/03/saudi-arabia-v-thailand-group-f--1024x700.jpgROBERTO Mancini (Sumber foto: Robert Cianflone/Getty Images)

Dalam wawancara dengan TMW, Cobolli Gigli menyebut situasi di Turin “rumit untuk dijelaskan” dan melampaui ruang istirahat tim. Selain itu, ia menambahkan, manajemen perlu mengevaluasi mekanisme internal agar keputusan tak semata membebani pelatih.

Tudor Pantas Mendapat Kredit

Gigli menekankan bahwa Tudor pantas mendapat lebih banyak pujian. “Tudor membuktikan bahwa dia mampu melakukan hal-hal yang baik. Dia membawa Juventus finis keempat tahun lalu dan menghasilkan penampilan hampir gemilang, termasuk melawan Inter. Namun, mekanisme klub tidak mendukungnya sepenuhnya”, jelasnya.

Ia juga mengkritik kampanye transfer yang tampak menjanjikan tetapi gagal memberikan hasil nyata. Dengan demikian, tanggung jawab utama tetap berada di pihak manajemen, bukan pelatih.

Reaksi Pelatih Lain

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/10/Ivan-Juric-arms-folded-1024x683.jpgPELATIH Kepala Atalanta, Ivan Jurić mengamati jalannya pertandingan Serie A antara Cremonese dan Atalanta di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. (Sumber foto: Emmanuele Ciancaglini/Getty Images)

Pelatih Atalanta, Ivan Jurić, memberikan komentar terkait situasi Tudor. Dalam konferensi pers setelah laga Atalanta-ACMilan, Ivan Jurić mengatakan, “Saya merasa kasihan pada Tudor karena dia adalah seorang pemain Juventus. Namun, ini adalah tugas kami. Ketika periode bermain baik tetapi tak menang, tim harus meningkatkan performa di setiap area”.

Sementara itu, setelah kekalahan Juventus 1-0 dari Lazio, tekanan memuncak, dan klub langsung memecat Tudor keesokan harinya. Massimo Brambilla ditunjuk sebagai pelatih sementara, sementara pelatih Juventus Next Gen mengambil alih tim utama.

Calon Pengganti dan Preferensi

Cobolli Gigli menyoroti dinamika internal klub, termasuk potensi bentrok Tudor dengan manajemen. “Tudor memiliki karakter kuat dan membawa sepakbola yang mengasyikkan. Saya akan menahannya, tetapi klub memilih shock therapy”, ujarnya.

Selain itu, ia memberikan preferensi pada Roberto Mancini dibanding Luciano Spalletti sebagai pengganti Tudor, meski ada beberapa keberatan terkait Mancini. Sementara itu, Raffaele Palladino dinilai “penuh niat baik tetapi minim pengalaman”.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/06/Luciano-Spalletti-point.jpgLUCIANO Spalletti (Sumber foto: Alessandro Sabattini/Getty Images)

Memulai Kembali dari Nol

Akhirnya, Cobolli Gigli menegaskan Juventus harus memulai kembali dari nol untuk memulihkan identitas klub. “Klub perlu membangun fondasi yang kuat agar dapat bersaing secara konsisten di masa depan”, tuturnya.

Ia menekankan bahwa manajemen, staf, dan pemain harus bekerja sama untuk menerapkan strategi yang efektif. Dengan demikian, keputusan yang diambil bukan sekadar tentang Tudor, tetapi menyangkut keseluruhan struktur klub. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *