Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Republik Irlandia harus menelan kekalahan 2-1 dari Armenia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Grup F, Selasa (9/9/2025) malam WIB. Kegagalan ini menjadi peringatan serius bagi pelatih Heimir Hallgrímsson dan seluruh skuad yang sebelumnya mengawali kualifikasi dengan hasil imbang 2-2 melawan Hungaria.
Armenia, yang berada di peringkat 105 FIFA, menunjukkan kontrol permainan dan disiplin bertahan yang solid. Eduard Spertsyan membuka skor dari titik penalti pada menit ke-18 setelah Nathan Collins melakukan pelanggaran di kotak penalti.
Hanya enam menit setelah restart, Grant-Leon Ranos menggandakan keunggulan tuan rumah dengan tembakan keras dari dalam kotak, memanfaatkan umpan silang Nair Tiknizyan.
Meskipun Evan Ferguson mencetak gol balasan pada menit ke-57, Irlandia gagal mengubah nasib pertandingan. Tim tuan rumah tetap solid di lini tengah, memanfaatkan ruang terbuka yang ditinggalkan pemain Irlandia, sehingga peluang untuk bangkit kembali pupus.
Analisis Permainan: Lini Tengah dan Pertahanan Irlandia Rentan
Irlandia memulai pertandingan dengan tekanan tinggi, memaksa penyelamatan kiper Ognjen Čančarević dan memanfaatkan beberapa peluang di menit awal. Ryan Manning, Finn Azaz, dan Chiedozie Ogbene aktif dalam serangan, namun Armenia berhasil menahan gempuran dan mulai tampil percaya diri.
Gol kedua Ranos menjadi titik balik, menunjukkan kelemahan pertahanan Irlandia dalam menghadapi serangan balik cepat. Meskipun Adam Idah masuk sebagai pengganti, tim tamu gagal menembus pertahanan Armenia yang disiplin. VAR juga mencegah gol ketiga Armenia di menit ke-90, tetapi hal itu tidak mengubah dominasi tuan rumah.
Implikasi Kekalahan bagi Irlandia
Kekalahan ini menempatkan The Boys in Green – julukan Republik Irlandia – dalam posisi sulit untuk lolos dari Grup F. Pelatih Heimir Hallgrímsson perlu mengevaluasi strategi tim, terutama terkait koordinasi lini tengah dan kecepatan reaksi bek dalam menghadapi serangan lawan.
Tigran Barseghyan dan kawan-kawan menunjukkan kualitas permainan yang lebih matang dan disiplin, memberikan peringatan bagi Irlandia untuk laga berikutnya di kualifikasi. (MR-03)






