Mataredaksi.com, SUKABUMI – Warga Desa Cimanggu dan Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kini kembali mudah beraktivitas setelah perbaikan jembatan gantung Leuwi Sintok rampung. Sebelumnya, warga mengalami kesulitan karena jembatan yang biasa mereka gunakan rusak parah.
Akibat kerusakan itu, warga harus memutar arah dengan jarak lebih jauh atau memaksa melintasi aliran sungai untuk mencapai desa tetangga.
Kini, jembatan gantung sudah bisa dilewati meski perbaikannya belum permanen. Dendi Hermawan (40), warga Desa Cimanggu, menyatakan rasa syukurnya. “Kami senang jembatan bisa dilalui kembali. Anak-anak bisa pulang pergi sekolah tanpa harus memutar arah atau menyeberangi sungai”, ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Sebelumnya, warga menempuh perjalanan hampir 30 menit untuk menuju Desa Karangmekar atau sebaliknya. Sekarang, jarak tempuh hanya tiga menit. Dendi berharap pemerintah membangun jembatan permanen agar lebih tahan lama dan mampu menahan beban berat. “Kalau permanen, jembatan bisa bertahan lama dan aman untuk dilintasi”, tambahnya.
Bupati Sukabumi, Asep Japar (sapaan Asjap), meresmikan jembatan gantung pada Senin (15/9/2025). Ia menegaskan, jembatan ini akan memperlancar mobilitas warga serta mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan. “Kami berharap perbaikan jembatan bermanfaat bagi masyarakat”, kata Asjap.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi atas sinergitas dan kolaborasi semua pihak, termasuk Yayasan Jampang Peduli (Jampe) yang mendukung pembangunan kembali jembatan gantung Leuwi Sintok. (MR-05)






