Real Madrid Lolos Secara Dramatis Usai Bantai 3-2 Borussia Dortmund

Piala Dunia Antarklub FIFA 2025

DIBAYANGI bek Borussia Dortmund, Yan Bueno Couto (kiri) striker Real Madrid Kylian Mbappé mencetak gol ketiga timnya yang spektakuler dalam pertandingan 8 besar Piala Dunia AntarKlub FIFA 2025, di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (6/7/2025) dini hari WIB. X/@FIFACWC

Mataredaksi.com, – Juara bertahan Real Madrid Club de Fútbol melenggang ke semifinal usai mengalahkan Borussia Dortmund pada babak 8 besar 3-2 Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (6/7/2025) dini hari WIB.

Ketiga gol Real Madrid masing-masing dicetak oleh Gonzalo García Torres (10′), Fran García (20′) dan Kylian Mbappé (90+4′). Sedangkan, Borussia Dortmund membalas melalui Maximilian Beier (90+2′) dan Serhou Guirassy (90+8′).

Secara statistik “Los Blancos” (Tim Putih) sebutan Real Madrid lebih sering menciptakan peluang, setelah melepaskan total 15 tendangan yang delapan diantaranya tepat sasaran, sementara penguasaan bola menjadi miliki Borussia Dortmund dengan 52 persen.

Pada pertandingan ini, “Die Schwarzgelben” (Hitam dan Kuning) sebutan Borussia Dortmund menciptakan peluang terlebih dahulu dan sempat memberikan ancaman melalui sundulan Julian Brandt yang masih menyamping dari gawang ‘Tim Putih’.

Sang juara bertahan mampu unggul terlebih dahulu ketika laga baru berjalan 10 menit melalui gol yang dicetak oleh Gonzalo García setelah memanfaatkan umpan Arda Güler sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Skuad asuhan Xabi Alonso mampu menggandakan keunggulan 10 menit berselang, setelah umpan terukur Trent Alexander-Arnold dapat dikonversikan menjadi gol oleh Fran García dan membuat skor menjadi 2-0 pada menit 20.

Pada sisa waktu babak pertama, Federico Valverde dan kolega terus memberikan ancaman ke lini pertahanan tim ‘Hitam dan Kuning’, namun hingga turun minum skor 2-0 tetap bertahan.

Di babak kedua, Real Madrid tetap bermain menyerang dan sempat kembali menciptakan peluang, kali ini melalui tendangan Kylian Mbappé yang masih dapat digagalkan kiper Borussia Dortmund, Gregor Kobel.

Selanjutnya Dortmund mampu memangkas ketertinggalan menjadi 1-2 ketika laga memasuki waktu tambahan babak kedua melalui tendangan roket Maximilian Beier pada menit 90+2.

Hanya satu menit berselang, “Los Vikingos (Para Viking) masih julukan Real Madrid berhasil kembali memperlebar keunggulan menjadi 3-1 lewat gol yang dicetak oleh Kylian Mbappé setelah memanfaatkan umpan dari Arda Güler.

Drama terus terjadi pada waktu tambahan babak kedua, kali ini bek ‘Para Viking’ Dean Huijsen harus diganjar kartu merah oleh wasit karena melakukan pelanggaran di kotak terlarang dan berbuah penalti.

“Die Borussen” (Para Borussian) yang mendapatkan hadiah tendangan penalti sukses memaksimalkannya, setelah penyerang Serhou Guirassy sebagai algojo mampu membobol gawang Real Madrid menaklukkan kiper Thibaut Courtois pada 90+8 dan membuat skor berubah menjadi 2-3.

Menjelang berakhirnya laga, Marcel Sabitzer hampir membawa ‘Para Borussian’ menyamakan kedudukan melalui tendangan yang ia lepaskan, namun bola masih dapat diamankan oleh Courtois sehingga skor 3-2 untuk kemenangan raksasa Liga Spanyol tetap bertahan.

Keberhasilan Real Madrid menyingkirkan wakil Bundesliga Jerman menjadikan ‘Tim Putih’ lolos ke semifinal. Di babak itu, Real Madrid menghadapi juara Liga Champions UEFA, Paris Saint-Germain yang di pertandingan sebelumnya menang 2-0 atas Bayern München.

Kemenangan meski tak mudah itu membuat pelatih Xabi Alonso merasa puas. Hanya saja dia mengakui selama 10 menit terakhir membuat dirinya panas dingin. “Kami bermain sangat bagus dan menguasai permainan. Namun selama 10 menit terakhir, ini benar-benar gila”, kata Alonso.

“Kami kehilangan fokus dan intensitas saat kehilangan bola. Beruntung kami tetap bisa menang. Secara keseluruhan, kami bermain bagus selama 80 menit. Namun selama 10 menit terakhir, kami butuh perbaikan”, ucapnya.

*FIFA Tak Siap Gelar

Sementara itu, Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovač, melontarkan kritik pedas terhadap kualitas lapangan dan kondisi cuaca panas, di Stadion MetLife, usai timnya tersingkir di perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 oleh Real Madrid.

Dalam pernyataanya, Niko Kovač menyamakan lapangan tempat pertandingan dengan padang golf. “Ini lebih mirip green golf, jadi Anda bisa melakukan putting di sini”, sindir Kovač dikutip ESPN, Minggu (6/7/2025) usai pertandingan.

“Rumputnya sangat pendek. Ini jelas bukan jenis lapangan yang biasa kami mainkan di Bundesliga atau dua stadion lainnya”, lanjutnya.

BVB sebelumnya sudah memainkan laga fase grup di stadion yang sama, serta bertanding, di Stadion TQL Cincinnati dan Mercedes-Benz Stadium. Namun, Kovač menyoroti MetLife sebagai lokasi dengan kualitas rumput paling buruk selama turnamen.

“Anda lihat sendiri, penyiramannya tidak optimal karena tidak ada alat khusus untuk itu. Saat tanah terlalu kering, rumput jadi lengket dan sulit dimainkan”, jelasnya.

Pertandingan digelar pukul 15.00 waktu setempat, dengan suhu mencapai 30 derajat celsius. Kovač mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap intensitas permainan yang menurun akibat panas terik, serta menyarankan FIFA mempertimbangkan waktu kick-off yang lebih malam.

“Saat kami bermain di Cincinnati, pertandingan dimulai pukul 12 siang dan 3 sore, dengan suhu mencapai 45 derajat celsius. Hari ini suhu 35 derajat, masih terlalu panas untuk laga sekelas ini”, keluhnya.

“Sepak bola yang intens dan agresif seperti yang diinginkan para suporter tidak mungkin dimainkan dalam kondisi seperti ini”.

Komentar ini menjadi catatan kritis bagi FIFA, mengingat MetLife Stadium akan menjadi tuan rumah partai final Piala Dunia 2026.

Kritik soal jadwal siang hari demi kepentingan jam tayang Eropa dan kurangnya fasilitas pendingin menjadi perhatian serius di tengah target FIFA meningkatkan kualitas dan citra turnamen Club World Cup versi barunya. (BAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *