Swedia vs Jerman: Wanita Blågult Sempurna Bungkam 4-1 Die Nationalelf

Piala Eropa Wanita UEFA 2025

PENYERANG sayap Timnas Swedia, Fridolina Rolfö ketika mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Jerman pada laga pamungkas fase Grup C Piala Eropa Wanita UEFA 2025, di Stadion Letzigrund di Zürich, Swiss, Minggu (13/7/2025) dini hari WIB. "Blågult" menang telak dengan skor 4-1 atas "Die Nationalelf". (Sumber Foto: X/@WEURO2025

“Ini berbeda dari yang kami bayangkan. Kami ingin menjadi yang pertama di grup, kami ingin berada di peringkat satu. Sekarang kami harus menganalisanya dengan para pemain”

Mataredaksi.com, Swiss – Tim Nasional (Timnas) Swedia menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Euro Wanita 2025, setelah menaklukkan Jerman 4-1 pada lga pamungkas fase Grup C, di Stadion Letzigrund di Zürich, Swiss, Minggu (13/7/2025) dini hari WIB.

Kemenangan ini memastikan tim asuhan Peter Gerhardsson menyapu bersih tiga laga di Grup C dengan sembilan poin.

Tampil dominan sejak menit awal, Swedia mencetak gol lewat Emma Stina Blackstenius (12′), Smilla Hilma Holmberg (25′), Fridolina Rolfö (34-Pen’), dan Lina Hurtig (80′).

“Blågult” (Biru-Kuning) sebutan Swedia akan menghadapi runner-up Grup D di perempat final yang berpotensi mempertemukan Kosovare Asllani dan kawan-kawan dengan juara bertahan Inggris.

Sementara itu, “Die Nationalelf” (Tim nasional) julukan Timnas Wanita Jerman yang sempat difavoritkan menjadi juara sebelum turnamen dimulai, justru tampil di bawah ekspektasi.

Meski unggul lebih dulu lewat Jule Brand di menit ketujuh, tim besutan Christian Wück kehilangan arah usai kartu merah Carlotta Wamser di menit ke-31 karena handball yang menghalau tembakan Rolfö.

Wamser yang sebelumnya memberi assist untuk gol pembuka, harus keluar lapangan usai melakukan penyelamatan putus asa akibat kesalahan kiper Ann-Katrin Berger. Fridolina Rolfö sukses mengeksekusi penalti dan membuat pasukan ‘Biru-Kuning’ unggul 3-1 sebelum jeda.

Gol penyama dari Blackstenius tercipta hanya lima menit, setelah gol Jerman. Penyerang Arsenal itu menerima umpan Kosovare Asllani dan dengan mudah menaklukkan pertahanan Jerman yang terbuka.

Smilla Hilma Holmberg menambah keunggulan di menit ke-25 lewat aksi individu melewati dua pemain sebelum bola memantul dari bek Sarai Linder dan masuk ke gawang sendiri.

Babak kedua berjalan lebih tenang bagi Swedia, yang sadar Jerman butuh tiga gol untuk merebut posisi puncak. Skuad asuhan Peter Gerhardsson tetap menjaga ritme dan memastikan kemenangan sempurna lewat gol Hurtig di menit ke-80 memanfaatkan umpan datar Johanna Rytting Kaneryd.

‘Tim nasional’ yang mengakhiri fase grup dengan enam poin, akan menghadapi juara Grup D di babak delapan besar. Dengan Prancis memimpin klasemen sementara, potensi pertemuan sengit sudah menanti.

Namun, di sisi undian yang sama, ada pula juara dunia Spanyol, menjadikan jalur Jerman ke final makin berat. Kekalahan ini memberi sinyal bahaya bagi Janina Minge dkk. yang tampil tak konsisten meski memiliki banyak nama besar.

Sebaliknya, Swedia kini tampil penuh percaya diri, dengan para suporter mereka melantunkan lagu-lagu ABBA dari tribun sebagai bentuk perayaan menuju fase gugur.

*Kemunduran Kecil

Manajer Timnas Jerman, Christian Wück menyayangkan kekalahan telak 1-4 atas Swedia pada laga pamungkas fase Grup C. Menurutnya, pertandingan ini menjadi ujian terberat, padahal dia berulang kali berbicara tentang keinginan mereka untuk finis di posisi teratas.

Jerman didukung sebagai salah satu favorit sebelum turnamen oleh banyak orang, namun sejauh ini tidak meyakinkan di Swiss.

Mengawali laga mengalahkan Polandia dan Denmark masing-masing 2-0 dan 2-1, namun kesulitan mengubah dominasi mereka menjadi gol dan menunjukkan bahwa mereka rentan dalam pertahanan, sehingga keinginan untuk finis di posisi teratas tidak berjalan sesuai rencana.

Terutama, ketika mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31, setelah bek sayap Carlotta Wamser dikeluarkan dari lapangan karena sengaja melakukan handball untuk mencegah terjadinya gol.

Christian Wück berharap, kekalahan ini – kekalahan terberat Jerman di Euro – tidak lebih dari sebuah kemunduran kecil. “Ini berbeda dari yang kami bayangkan. Kami ingin menjadi yang pertama di grup, kami ingin berada di peringkat satu. Sekarang kami harus menganalisanya dengan para pemain”, katanya.

“Kami akan melupakan hal itu dan sangat senang bisa bermain di perempat final, siapapun itu, Inggris, Prancis, atau apa pun”, lanjut Christian Wück, tentang finis di urutan kedua klasemen dan potensi bertemu dengan pemimpin Grup D Prancis di babak delapan besar.

“Sekarang adalah salah jika mengatakan kami ingin bereaksi dan melakukan penghancuran. Ini bukan bagian dari tim. Kami bukan tim yang ingin melakukan penghancuran”, tambahnya. (MR-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *