Mataredaksi.com, BOGOR – Borussia Dortmund gagal mempertahankan keunggulan dua gol, setelah Werder Bremen bangkit pada menit-menit akhir dan memaksakan hasil imbang 2-2 dalam lanjutan Bundesliga 2026/2027 pekan kelima, di Signal Iduna Park, Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB.
Dortmund sempat berada di atas angin, setelah Daniel Jonathan Svensson dan Nico Cédric Schlotterbeck mencetak gol dalam rentang lima menit. Namun, Ludovit Reis memperkecil ketertinggalan sebelum Niclas Füllkrug menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu.
Gol Füllkrug sekaligus menghentikan catatan kemenangan sempurna Dortmund pada awal musim. Hasil ini membuat tim asuhan Niko Kovač kehilangan dua poin penting, meski mereka masih memimpin klasemen sementara Bundesliga menjelang rangkaian pertandingan akhir pekan lainnya.
Babak Pertama Berjalan Ketat
Kedua tim mengawali pertandingan dengan tempo yang relatif lambat. Werder Bremen mendapatkan peluang bersih pertama melalui Reis, yang melepaskan tembakan melebar tidak lama setelah pertandingan melewati menit ke-30.
Dortmund kemudian mencoba meningkatkan tekanan. Marcel Sabitzer melepaskan tendangan bebas yang melintas di sisi gawang, sedangkan Maximilian Beier memaksa kiper Karl Hein melakukan penyelamatan penting melalui tembakan dari sudut sempit di sisi kanan kotak penalti.
Selepas jeda, intensitas pertandingan meningkat. Ethan Nwaneri menguji Hein, sementara Füllkrug memperoleh peluang melalui tendangan voli yang harus dihadapi Gregor Kobel dengan kaki terentang.
Dortmund terus menekan pertahanan tim tamu. Serhou Guirassy sempat melepaskan sundulan yang berhasil dibersihkan dari garis gawang. Setelah itu, tendangan salto Nwaneri menghantam tiang dekat, tetapi wasit menganulir peluang tersebut karena pelanggaran dalam proses serangan.
Dua Gol Cepat Dortmund Belum Cukup
Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Dortmund melancarkan serangan balik cepat ketika Guirassy bergerak di sisi kanan sebelum mengirimkan bola kembali ke area penalti.
Fábio Silva kemudian meneruskan bola kepada Svensson, yang langsung melepaskan tembakan keras ke bagian atas gawang.
Gol tersebut membuat Dortmund semakin percaya diri. Lima menit kemudian, Schlotterbeck menggandakan keunggulan lewat sundulan tinggi yang melewati jangkauan Hein.
Kiper Werder Bremen berkebangsaan Estonia tersebut sempat memprotes gol Schlotterbeck karena merasa pergerakannya terganggu. Namun, setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut tetap disahkan sehingga Dortmund unggul 2-0.
Keunggulan itu seolah membawa Dortmund semakin dekat dengan kemenangan. Namun, Werder Bremen justru bangkit pada menit-menit akhir. Ludovit Reis memperkecil ketertinggalan pada menit ke-88, sebelum Niclas Füllkrug mencetak gol penyeimbang pada menit 90+2.
Dua gol dalam rentang waktu singkat tersebut membuat Dortmund gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri dan harus puas berbagi poin setelah laga berakhir 2-2.
Füllkrug Kembali Menghantui Mantan Klub
Hasil imbang ini terasa menyakitkan bagi Dortmund karena Füllkrug pernah membela klub berjuluk Die Schwarzgelben tersebut. Kali ini, penyerang itu justru menjadi pemain yang menggagalkan kemenangan mantan timnya.
Füllkrug juga mencatatkan pencapaian pribadi setelah mencetak gol dalam empat pertandingan Bundesliga secara beruntun untuk pertama kalinya sepanjang kariernya. Koleksi golnya sejak kembali ke Werder Bremen kini mencapai lima gol.
Bagi Werder Bremen, kebangkitan di Signal Iduna Park menunjukkan kemampuan mereka bertahan dalam pertandingan yang tampak hampir berakhir dengan kekalahan. Dua gol pada fase akhir laga membawa pulang satu poin dari markas salah satu pesaing papan atas.
Sementara itu, Dortmund masih berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan tiga poin menjelang pertandingan lain pada akhir pekan. Namun, hasil 2-2 ini membuka peluang bagi Bayern München untuk memangkas jarak ketika menjalani pertandingan berikutnya.
Dortmund kini harus mengevaluasi kegagalan mempertahankan keunggulan pada menit-menit akhir. Sebab, dominasi dan dua gol cepat tidak akan berarti maksimal apabila mereka tidak mampu menjaga fokus hingga pertandingan benar-benar selesai. (MR-02)






