AC Milan Gagal ke Liga Champions Usai Tumbang 1-2 dari Cagliari Calcio

Sedih - Penyerang sayap AC Milan, Alexis Saelemaekers, menunjukkan ekspresi sedih setelah bek Cagliari Calcio, Juan Rodríguez, mencetak gol kedua timnya pada laga pekan ke-38 Serie A Italia 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Kekalahan 1-2 ini membuat Rossoneri gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan. (Sumber foto: @footballitalia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan harus menelan kekecewaan besar setelah kalah 1-2 dari Cagliari Calcio pada pekan ke-38 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (25/5/2026) dini hari WIB.

Kekalahan ini membuat Rossoneri gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Padahal, kemenangan seharusnya cukup membawa AC Milan finis di empat besar setelah pesaing mereka terpeleset di laga lain.

Milan Sempat Unggul Cepat

Tuan rumah memulai laga dengan sempurna. Baru dua menit pertandingan berjalan, Santiago Giménez berhasil mengontrol umpan panjang Fikayo Tomori sebelum Alexis Saelemaekers menyambar bola untuk membawa AC Milan unggul cepat 1-0.

Gol tersebut sempat membakar semangat publik San Siro yang berharap tim mereka mampu menutup musim dengan tiket Liga Champions. Namun, Cagliari Calcio tidak tinggal diam. Mereka mulai berani keluar menyerang dan beberapa kali memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan penting.

Cagliari Bangkit Lewat Bola Mati

Momentum pertandingan berubah setelah Cagliari menyamakan kedudukan melalui Gennaro Borrelli yang memanfaatkan bola rebound di depan gawang Milan.

Rossoneri sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk kembali unggul, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat kesempatan demi kesempatan terbuang sia-sia.

Di babak kedua, Cagliari justru membalikkan keadaan lewat Juan Martín Rodríguez yang memanfaatkan situasi bola mati. Gol tersebut membuat suasana San Siro berubah tegang.

Milan Kehilangan Kendali

Pelatih Milan kemudian memasukkan Christian Pulisic dan Rafael Leão untuk meningkatkan daya serang. Namun tekanan yang dibangun tidak cukup efektif untuk membongkar pertahanan rapat Cagliari.

Sebaliknya, tim tamu justru beberapa kali nyaris menambah gol melalui serangan balik cepat yang memaksa Maignan bekerja keras menjaga harapan Milan tetap hidup.

AC Milan juga kehilangan ketenangan di menit-menit akhir. Luka Modrić dan Niclas Füllkrug gagal memanfaatkan peluang penting yang seharusnya bisa mengubah hasil pertandingan.

Krisis Rossoneri di Akhir Musim

Kekalahan ini memperpanjang periode buruk AC Milan yang kalah tiga kali dalam empat pertandingan terakhir Serie A. Situasi internal klub yang dikabarkan tidak stabil juga dinilai memengaruhi performa tim di fase krusial musim.

Di sisi lain, kemenangan Como 1907 atas US Cremonese memastikan persaingan empat besar berakhir pahit bagi Rossoneri.

Tekanan Internal Membayangi Milan

Selain hasil di lapangan, Milan juga menghadapi tekanan besar dari situasi internal klub yang belum sepenuhnya stabil. Sejumlah laporan media Italia menyebut adanya ketegangan dalam pengambilan keputusan manajemen selama fase akhir musim.

Kondisi tersebut dinilai ikut memengaruhi konsistensi performa tim, terutama ketika Rossoneri memasuki periode penentuan perebutan tiket Liga Champions. Meski sempat unggul cepat atas Cagliari Calcio, Milan gagal menjaga momentum dan kembali menunjukkan rapuhnya lini pertahanan saat menghadapi tekanan.

Penutup Musim yang Mengecewakan

Peluit akhir disambut kekecewaan besar para pendukung di San Siro. Milan akhirnya harus menutup musim tanpa tiket Liga Champions, meski sempat berada di posisi menguntungkan beberapa pekan sebelumnya. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang krisis Rossoneri di penghujung musim ini. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *