Mataredaksi.com, BOGOR – Società Sportiva Calcio Napoli mengakhiri musim Serie A 2025/2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Udinese Calcio pada pekan ke-38, di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (24/5/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi penutup manis bagi Antonio Conte yang resmi meninggalkan klub setelah dua musim penuh trofi.
Gol tunggal Rasmus Højlund memastikan Partenopei mengamankan tiga poin di laga penutup, meski pertandingan diwarnai masalah cedera di kedua tim.
Awal Laga Ketat di Naples
Sejak awal, kedua tim tampil hati-hati dengan tempo sedang. Udinese sempat mengancam melalui tembakan jarak jauh Jesper Karlström, namun Alex Meret tampil sigap menjaga gawang Napoli.
Napoli sendiri harus melakukan penyesuaian akibat sejumlah pemain yang tidak dalam kondisi ideal, termasuk Kevin De Bruyne yang baru pulih dari cedera kepala.
Højlund Jadi Pembeda
Napoli akhirnya memecah kebuntuan di babak pertama. Umpan terukur Kevin De Bruyne berhasil dimaksimalkan Rasmus Højlund yang menusuk ke kotak penalti sebelum menuntaskan peluang dengan sepakan rendah dari jarak dekat.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berlangsung keras dan minim ruang di sepertiga akhir.
Drama Kartu Merah Udinese
Pertandingan berubah panas ketika Christian Kabasele terlibat duel keras dengan Højlund. Awalnya hanya diganjar kartu kuning, tetapi Video Assistant Referee (VAR) kemudian mengubah keputusan menjadi kartu merah akibat pelanggaran lanjutan.
Meski unggul jumlah pemain, Napoli gagal menambah gol. Udinese tetap memberi perlawanan lewat bola mati, namun penyelesaian akhir mereka tidak cukup efektif untuk menyamakan kedudukan.
Penutup Musim
Di menit akhir, Napoli hampir menggandakan keunggulan lewat Scott McTominay, tetapi peluang dari jarak dekat masih melambung.
Kemenangan ini memastikan Napoli menutup musim di posisi papan atas sekaligus mengakhiri era Antonio Conte dengan hasil positif. Di sisi lain, Udinese pulang dengan kekecewaan setelah gagal memaksimalkan peluang di laga terakhir musim.
Secara keseluruhan, laga ini menegaskan satu hal: efektivitas Napoli menjadi pembeda di tengah musim yang dipenuhi masalah cedera dan inkonsistensi performa. Sementara itu, kontribusi De Bruyne tetap menjadi sorotan penting karena perannya dalam mengontrol tempo permainan saat tim kesulitan membangun serangan. (MR-02)






