Mataredaksi.com, BOGOR – Associazione Sportiva Roma memastikan tempat di Liga Champions UEFA musim depan setelah mengalahkan Hellas Verona dengan skor 2-0 pada pekan ke-38 Serie A 2025/2026, di Stadion Marcantonio Bentegodi, Senin (25/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini sekaligus mengamankan posisi empat besar bagi Giallorossi. Donyell Malen menjadi salah satu sorotan utama meski sempat gagal mengeksekusi penalti, sebelum akhirnya memanfaatkan bola rebound untuk membuka keunggulan Roma.
Awal Laga yang Ketat
Pertandingan di Stadion Marcantonio Bentegodi berjalan cukup seimbang pada awal laga. Verona yang sudah dipastikan terdegradasi justru tampil tanpa beban dan beberapa kali mengancam lewat Kieron Bowie, yang sempat memaksa Mile Svilar melakukan penyelamatan penting.
AS Roma juga kesulitan mengembangkan permainan di awal laga, meski Paulo Dybala beberapa kali menjadi sumber kreativitas di lini serang.
Momen Kunci Penalti dan Keunggulan AS Roma
Momentum berubah ketika wasit menunjuk titik putih setelah insiden handball yang diperiksa VAR. Donyell Malen maju sebagai eksekutor, namun sepakannya berhasil ditepis kiper Lorenzo Montipò.
Meski begitu, Malen sigap menyambar bola rebound hasil assist situasional dari Paulo Dybala dan membawa Roma unggul 1-0. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan membuat Roma lebih percaya diri menguasai tempo permainan.
El Shaarawy Tutup Laga dengan Indah
Verona mencoba bangkit, tetapi Roma semakin dominan di babak kedua. Beberapa peluang tercipta melalui Matías Soulé dan Dybala, namun Montipò tampil cukup solid di bawah mistar.
Di masa injury time, AS Roma memastikan kemenangan lewat Stephan El Shaarawy. Menerima umpan cerdik dari Dybala, El Shaarawy menyelesaikan peluang dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 2-0. Gol tersebut menjadi penutup manis laga sekaligus mengunci tiket Liga Champions bagi AS Roma.
Penutup Musim: AS Roma ke Eropa, Verona Berjuang Bangkit
Kemenangan ini menegaskan konsistensi AS Roma dalam perebutan posisi papan atas Serie A musim ini. Meski sempat kesulitan di beberapa fase laga, efektivitas di momen penting menjadi pembeda utama.
Sementara itu, Verona tetap menutup musim dengan perjuangan yang tidak sia-sia meski sudah dipastikan terdegradasi lebih awal. Mereka menunjukkan peningkatan performa di beberapa laga terakhir, namun belum cukup untuk menyelamatkan musim mereka.
AS Roma juga menunjukkan kedalaman skuad yang menjadi kunci konsistensi mereka sepanjang musim, terutama dalam pertandingan-pertandingan penentuan. Kombinasi pengalaman pemain senior dan kreativitas lini depan membuat mereka mampu bersaing hingga pekan terakhir. (MR-02)






