Mataredaksi.com, BOGOR – Napoli resmi berpisah dengan Antonio Conte setelah sang pelatih mengonfirmasi keputusannya usai kemenangan 1-0 atas Udinese Calcio pada pekan ke-38 Serie A 2025/2026, Minggu (24/5/2026) malam WIB.
Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers bersama Presiden klub Aurelio De Laurentiis, menandai akhir masa kerja dua musim yang menghasilkan Scudetto dan Supercoppa Italiana.
Konfirmasi Kepergian Conte
Conte menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan Napoli sudah diambil sebelum laga terakhir musim. Ia menyebut siklus proyek klub telah berakhir dan tidak ada kesepakatan lanjutan untuk bertahan. “Saya merasa proyek kami sudah selesai”, ujar Conte melalui TuttoNapoli.
Ia juga mengakui kegagalannya dalam menciptakan “kekompakan lingkungan” yang menurutnya penting untuk menjaga stabilitas tim di Naples. Meski demikian, Conte tetap memberikan apresiasi kepada klub, presiden, dan suporter atas dua musim yang ia nilai penuh pencapaian.
Sindiran untuk FIGC dan Spekulasi Timnas Italia
Dalam konferensi pers yang sama, Conte turut menyinggung masa depannya bersama tim nasional Italia. Ia mempertanyakan keseriusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam membangun proyek jangka panjang di level elite.
“Apakah FIGC siap untuk pelatih top? Apakah mereka punya dana untuk mempekerjakan Guardiola?” kata Conte.
Pernyataan tersebut merujuk pada Pep Guardiola, yang ia sebut sebagai standar tertinggi pelatih modern, sekaligus menyoroti tantangan finansial federasi dalam bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Peta Kandidat Pelatih Italia
Nama Conte sendiri masih masuk dalam daftar kandidat pelatih tim nasional Italia, bersama sejumlah nama seperti Massimiliano Allegri, Claudio Ranieri, dan Roberto Mancini. Situasi ini membuat kursi pelatih Azzurri masih terbuka dan belum memiliki kepastian arah.
Di level klub, perubahan besar juga terjadi pada Manchester City yang memasuki fase baru dalam siklus kepelatihan mereka, turut memengaruhi dinamika bursa pelatih Eropa secara keseluruhan.
Penutup: Dua Sisi Keputusan
Selama dua musim di Napoli, Conte berhasil mempersembahkan satu Scudetto dan satu Supercoppa Italiana, menjadikannya salah satu periode sukses klub dalam beberapa tahun terakhir. Namun ia memilih mengakhiri kerja sama di puncak proyeknya.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, turut menghormati keputusan tersebut meski mengaku sempat berharap Conte bertahan. Ia menegaskan klub tetap memiliki fondasi kuat dengan sekitar 30 pemain berkualitas.
“Kami punya skuad yang sangat kompetitif. Dengan beberapa tambahan, tim ini tetap bisa bersaing di level tertinggi”, ujar De Laurentiis.
Kepergian Conte pun menandai awal fase baru bagi Napoli sekaligus membuka spekulasi besar mengenai langkah berikutnya dalam karier sang pelatih di sepak bola Eropa. (MR-02)






