Mataredaksi.com, BOGOR – Brighton & Hove Albion tampil meyakinkan saat mengalahkan Associazione Sportiva Roma 3-0 dalam pertandingan persahabatan pramusim, di American Express Stadium, Sussex, Inggris, Sabtu (8/8/2026) malam WIB.
Georginio Rutter dan Yasin Ayari menjadi aktor utama kemenangan The Seagulls. Rutter membuka skor melalui tembakan spektakuler, sedangkan Ayari mencetak dua gol untuk memastikan Brighton menutup pertandingan dengan kemenangan telak.
Hasil tersebut memperpanjang catatan pramusim AS Roma yang belum konsisten. Sebelumnya, tim asuhan Gian Piero Gasperini kalah 1-4 dari Cardiff City sebelum bangkit dengan skor identik saat menghadapi Newport County.
Rutter Buka Keunggulan
Brighton langsung memberikan tekanan kepada pertahanan AS Roma sejak awal pertandingan. Namun, kedua tim membutuhkan waktu untuk menciptakan peluang yang benar-benar membahayakan gawang lawan.
Rutter akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-29. Penyerang Brighton itu menerima ruang di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang melengkung menuju sudut atas gawang.
Gol tersebut membuat Brighton semakin percaya diri. I Lupi, julukan AS Roma, berusaha merespons melalui lini depan yang berisi Donyell Malen, Paulo Dybala, dan Matías Soulé. Namun, serangan Bryan Cristante dan kawan-kawan belum menemukan efektivitas.
Brighton justru kembali menciptakan ancaman dan menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Ayari mencetak gol kedua pada menit ke-40. Pemain asal Swedia tersebut menyelesaikan peluang dengan tendangan langsung yang membuat Brighton memasuki jeda dengan keunggulan 2-0.
Ayari Gandakan Keunggulan
Brighton tidak mengendurkan tekanan setelah kembali dari ruang ganti. Rutter dan Ayari kembali bekerja sama untuk menghasilkan gol ketiga pada awal babak kedua.
Rutter mengirim umpan tarik ke arah Ayari. Sang gelandang melakukan sentuhan pertama dengan sangat baik sebelum menuntaskan peluang dari jarak dekat.
Gol tersebut membawa Brighton unggul 3-0 sekaligus membuat AS Roma semakin sulit mengejar ketertinggalan.
Brighton Terus Menekan
Rutter sebenarnya memiliki peluang untuk menambah koleksi golnya. Namun, kesempatan tersebut belum menghasilkan gol tambahan.
Pasukan “Serigala Ibu Kota” juga kesulitan menemukan celah untuk membangun kebangkitan. Pascal Groß dan kolega terus menjaga kendali permainan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Brighton tetap menguasai jalannya laga dan tidak memberi AS Roma ruang yang cukup untuk mengembangkan serangan.
AS Roma Kesulitan Mengancam
Catatan statistik memperlihatkan masalah AS Roma dalam membangun serangan. Giallorossi, masih julukan AS Roma, melepaskan 10 tembakan sepanjang pertandingan, tetapi tidak satu pun mengarah tepat ke gawang Brighton.
Situasi berbeda terjadi pada kubu Brighton. Tim asuhan Fabian Hürzeler menghasilkan 12 tembakan, dengan Rutter berkontribusi dalam lima percobaan.
Rutter juga menciptakan dua peluang dan memberikan satu assist untuk gol kedua Ayari. Performa tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting Brighton untuk musim 2026-2027.
Rutter Siap Jadi Andalan
Kepergian Danny Welbeck ke Chelsea membuat Brighton membutuhkan sosok baru di lini depan. Rutter menunjukkan bahwa dirinya mampu mengambil peran tersebut setelah tampil tajam dalam pertandingan melawan AS Roma.
Penyerang tersebut tidak hanya mencetak gol, tetapi juga aktif membuka ruang dan membantu rekan-rekannya menciptakan peluang.
Kemenangan ini menjadi modal positif Brighton menjelang laga pramusim terakhir. The Seagulls selanjutnya akan menghadapi Bologna FC 1909, wakil Serie A Italia lainnya.
Roma Hadapi Dortmund
AS Roma juga masih memiliki satu pertandingan untuk menyempurnakan persiapan sebelum musim baru bergulir. Pasukan Gian Piero Gasperini akan menghadapi Borussia Dortmund dalam laga pramusim berikutnya.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi AS Roma untuk memperbaiki performa setelah gagal mencetak gol ke gawang Brighton. (MR-01)






