Mataredaksi.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mempercepat penguatan konektivitas logistik melalui Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC). Ruas sepanjang 34,76 kilometer ini kini menjadi jalur utama distribusi dari kawasan industri timur Jakarta menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Pelindo menempatkan JTCC sebagai instrumen strategis untuk memangkas waktu tempuh dan menekan biaya angkut. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, arus barang dari Bekasi, Cikarang, hingga Karawang bergerak lebih cepat menuju pelabuhan.
Integrasi dengan JORR2 Tingkatkan Konektivitas
PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) mengelola JTCC dan menghubungkannya langsung dengan jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2). Koneksi ini memperlancar distribusi sekaligus mengurangi kepadatan di jalur arteri.
Pengemudi truk logistik kini dapat memilih rute yang lebih stabil tanpa harus menghadapi kemacetan panjang di dalam kota. Karena itu, pelaku usaha memperoleh kepastian waktu pengiriman.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama PT CTP, Erwan Dwi Winanto, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya menjaga operasional jalan, tetapi juga memperkuat daya saing tarif.
“Kami mengupayakan integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain di Jakarta. Langkah ini kami dorong agar pelaku usaha memperoleh struktur biaya yang lebih efisien”, ujar Erwan, Kamis (12/2/2026).
Integrasi Tarif Dorong Efisiensi Biaya Angkut
PT CTP merancang skema integrasi tarif untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih sederhana. Perusahaan ingin mengurangi beban biaya berlapis yang selama ini muncul akibat perbedaan tarif antar ruas.
Melalui kebijakan ini, pelaku logistik dapat menghitung biaya distribusi secara lebih akurat. Selain itu, integrasi tarif mendorong peningkatan volume kendaraan karena pengguna merasakan manfaat ekonomi yang lebih nyata.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan rasio biaya logistik nasional agar lebih kompetitif di tingkat regional.
Rest Area dan Logistic Hub Perkuat Fungsi Distribusi
PT CTP juga menyiapkan pembangunan Rest Area & Logistic Hub di KM 92. Fasilitas ini akan menampung aktivitas konsolidasi barang sekaligus mendukung manajemen rantai pasok.
Pengusaha dapat memanfaatkan hub tersebut untuk pengaturan distribusi tanpa harus keluar dari koridor tol. Dengan demikian, proses bongkar muat berlangsung lebih cepat dan terkontrol.
NPEA Buka Akses Langsung ke Terminal Kalibaru
Selain itu, Pelindo mengembangkan proyek New Port Eastern Access (NPEA) di KM 108. Jalur ini menghubungkan Jalan Tol Cibitung–Cilincing langsung ke Terminal Kalibaru.
Truk logistik nantinya dapat masuk ke area pelabuhan tanpa melintasi jalan umum. Langkah ini mengurangi beban lalu lintas kota sekaligus mempercepat pergerakan kontainer.
“Proyek NPEA akan memperlancar distribusi barang dari kawasan industri menuju pelabuhan. Kami ingin memastikan sistem logistik berjalan lebih efisien”, jelas Erwan.
Asosiasi Logistik Dukung Integrasi Koridor
Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, mendukung penguatan integrasi koridor industri dan pelabuhan. Menurutnya, konektivitas langsung mempercepat arus barang dan meningkatkan daya saing usaha.
Ia menilai integrasi tarif menjadi faktor penting dalam menciptakan struktur biaya yang lebih terjangkau. Dengan sistem yang selaras, pelaku usaha dapat merencanakan distribusi secara lebih efektif.
Melalui penguatan konektivitas, integrasi tarif, dan pembangunan akses pelabuhan, JTCC kini berperan sebagai tulang punggung distribusi industri timur Jakarta. Pelindo pun terus mendorong optimalisasi infrastruktur agar biaya logistik nasional semakin efisien dan kompetitif. (MR-01/*)






