Mataredaksi.com, BOGOR – Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Bogor sebagai daerah fokus percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC). Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri datang langsung ke Gedung Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kamis (26/2/2026), untuk memperkuat langkah intervensi.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memimpin kegiatan tersebut.
Pemkab Bogor Perkuat Kolaborasi dan Peran Kader

Sekretrasi Daerah Ajat Rochmat Jatnika menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mempercepat eliminasi TBC melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah menggerakkan kader di seluruh desa dan kelurahan serta memaksimalkan peran sekitar 5.000 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
“Kehadiran Wakil Menteri Keseatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri memberi motivasi bagi kami untuk mempercepat eliminasi TBC”, ujar Ajat Rochmat Jatnika.
Saat ini, 101 Pusat Kesehatan Masyrakat (Puskesmas), empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Rumah Sakit Pusat dan Vertikal, serta 25 rumah sakit swasta dan klinik aktif menangani pasien TBC.
Pemerintah daerah juga sudah membentuk 103 desa dan kelurahan siaga TBC. Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan seluruh desa dan kelurahan berstatus desa siaga TBC pada 2027.
Wamendagri Soroti Posisi Indonesia di Dunia

Wakil Menteri Dalam Negeri, Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah mempercepat langkah penanganan. Ia mengingatkan Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah India dalam jumlah kasus TBC.
“Saya berharap pada semester I 2026 Kabupaten Bogor sudah memiliki desa siaga TBC dan memperkuat upaya penuntasan kasus”, kata Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus.
Ia menilai tata kelola Pemkab Bogor sudah berjalan baik dan meminta seluruh pihak menjaga konsistensi kerja sama.
Wamenkes Dorong Pemeriksaan Masif dan Rontgen Portabel
Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benyamin Paulus Octavianus, mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat. Kementerian Kesehatan akan memperkuat intervensi melalui pemeriksaan seluruh keluarga pasien dengan rontgen, pemberian obat pencegahan, serta penyediaan alat rontgen portabel berteknologi cepat.
“Kami menjadikan Kabupaten Bogor sebagai pilot project agar program ini menjadi model nasional. Kemenkes menargetkan program tersebut mampu menurunkan kasus TBC minimal 50 persen”, ujarnya.

Kecamatan Cibinong Bentuk 13 Kelurahan Siaga
Camat Cibinong, Acep Sajidin, memastikan 13 kelurahan di wilayahnya sudah berstatus kelurahan siaga TBC. Pemerintah kecamatan rutin berkoordinasi dengan kepala puskesmas untuk memperkuat pendampingan pasien. “Kader menjadi ujung tombak pendampingan pasien dan keluarga”, kata Acep.
Kunjungan kerja ini mempertegas komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan Kabupaten Bogor sebagai salah satu wilayah pertama di Jawa Barat yang berhasil mengeliminasi TBC melalui kerja terstruktur dan berbasis komunitas. (MR-01)






