Pemkab Bogor Petakan Limbah Industri di Sungai Cileungsi

Susur Sungai – Tim gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu di aliran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi sumber pencemaran, termasuk aktivitas industri. (Sumber foto: Dok. Humas Pemkab Bogor/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat upaya pengendalian pencemaran Sungai Cileungsi. Langkah tersebut dilakukan melalui penyisiran sungai sekaligus pemetaan titik yang berpotensi menjadi sumber pencemaran.

Kegiatan tersebut melibatkan DLH Kabupaten Bogor bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) dan Tim Patroli Sungai DLH Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Susuri Titik Potensi Pencemaran

Tim melakukan penyisiran di sejumlah titik Sungai Cileungsi, mulai dari wilayah Wanaherang, persisnya Jembatan Cikuda, yang berada di perbatasan Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Cileungsi, hingga kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperoleh data lapangan mengenai kondisi Sungai Cileungsi. Tim juga mengidentifikasi aktivitas yang berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kualitas air sungai.

“Kami melakukan pemetaan dan identifikasi secara langsung terhadap titik-titik pembuangan yang berpotensi mencemari sungai. Data yang kami peroleh menjadi bahan untuk pemantauan, pengawasan, serta pengendalian lebih lanjut”, ujar Teuku Mulya.

Menurutnya, pemantauan secara langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi lingkungan di sepanjang aliran Sungai Cileungsi. Hasil penyisiran juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan terhadap titik yang menunjukkan potensi pencemaran.

“Susur sungai ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menimbulkan pencemaran. Setelah teridentifikasi, temuan tersebut akan kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku”, katanya.

Perkuat Sinergi Pengawasan

Teuku Mulya menegaskan, sinergi lintas instansi menjadi kunci untuk memperkuat pengawasan Sungai Cileungsi. DLH Kabupaten Bogor menggandeng TNI-AL dan DLH Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas jangkauan pemantauan.

Kolaborasi tersebut juga membantu tim mengumpulkan dan bertukar data mengenai kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi. “Giat ini merupakan kerja bersama. Dengan kolaborasi lintas instansi, kami dapat memperluas pengawasan sekaligus mempercepat penanganan persoalan lingkungan”, jelasnya.

Teuku Mulya mengatakan, Pemkab Bogor terus memperkuat upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah juga meningkatkan pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mencemari sungai.

Jaga Kualitas Sungai

“Harapan kami, kita dapat terus menjaga Sungai Cileungsi. Bukan hanya kualitas airnya, tetapi juga lingkungan di sepanjang alirannya. Karena itu, pengawasan dan pengendalian harus kita lakukan bersama-sama”, tuturnya.

DLH Kabupaten Bogor selanjutnya mengevaluasi hasil pemetaan dan identifikasi lapangan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah pengawasan dan pengendalian terhadap potensi pencemaran di sepanjang Sungai Cileungsi. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *