Thailand Tekuk Filipina 1-0, Waris Kukuhkan Gajah Perang di Puncak Grup B Piala AFF 2026

Merayakan Gol – Para pemain Timnas Thailand merayakan gol yang dicetak bek kanan Waris Choolthong (tengah) saat mengalahkan Filipina 1-0 pada laga keempat Grup B, ASEAN Hyundai Cup 2026, di Stadion Atletik New Clark City, Capas, Tarlac, Selasa (4/8/2026). Tambahan tiga poin penting ini membuat Thailand semakin kokoh di puncak klasemen sementara Grup B dengan koleksi sembilan poin dari tiga pertandingan. (Sumber foto: @ESPNAsia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Thailand sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Filipina pada pertandingan keempat penyisihan Grup B, ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026.

Laga sengit yang berlangsung di Stadion Atletik New Clark City, Capas, Tarlac, Selasa (4/8/2026) malam WIB, itu akhirnya ditentukan oleh gol semata wayang Waris Choolthong pada babak kedua.

Thailand Kokoh di Puncak Klasemen

Tambahan tiga poin penting ini membuat Thailand semakin kokoh di puncak klasemen sementara Grup B dengan koleksi sembilan poin dari tiga pertandingan. Oleh karena itu, langkah skuad The War Elephants (“Gajah Perang”) untuk menembus babak selanjutnya menjadi semakin terbuka lebar.

Sementara itu, Filipina harus menelan kekalahan kedua mereka di fase grup. Akibatnya, peluang tim tuan rumah yang memiliki julukan The Azkals untuk melaju ke babak berikutnya kini menjadi semakin berat.

Dominasi Babak Pertama dan Ketahanan Filipina

Sejak peluit kick-off dibunyikan oleh wasit, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka yang menarik. Thailand tampil dominan dalam penguasaan bola di tengah lapangan, tetapi Filipina beberapa kali mampu mengancam melalui skema serangan balik cepat yang mematikan.

Peluang pertama tuan rumah hadir pada menit kesembilan ketika Cole Mrowka melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, kiper Thailand Kampon Pathomakkakul tampil sangat sigap dengan menepis bola tersebut keluar dari lapangan.

Setelah ancaman itu, Thailand mulai meningkatkan intensitas serangan mereka. Waris Choolthong sempat memperoleh peluang emas melalui sundulan pada menit ke-24, tetapi arah bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Beberapa menit kemudian, Jehhanafee Mamah dan Seksan Ratree juga mencoba membongkar pertahanan Filipina, namun penyelesaian akhir mereka belum membuahkan hasil.

Meski mendapat tekanan hebat sepanjang babak pertama, Filipina mampu menjaga organisasi pertahanan mereka dengan sangat baik. Kiper Patrick Deyto tampil luar biasa di bawah mistar gawang dengan berhasil menggagalkan sejumlah peluang berbahaya milik para pemain Thailand.

Di sisi lain, Filipina juga tidak sekadar bertahan pasif. Trio Cole Mrowka, Gavin Muens, dan Javier Gayoso beberapa kali memberikan ancaman nyata lewat transisi serangan cepat. Namun, lini belakang Thailand yang dikawal oleh Nattapong Sayriya mampu meredam setiap peluang yang tercipta.

Hingga wasit Yusuke Ohashi dari Jepang meniup peluit tanda berakhirnya paruh pertama, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan sehingga skor tetap imbang 0-0.

Kebuntuan Pecah di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, pelatih Thailand melakukan sejumlah pergantian pemain strategis untuk meningkatkan daya serang. Masuknya Picha Autra, Teerasak Poeiphimai, hingga Kakana Khamyok membuat permainan skuad Gajah Perang terasa semakin agresif dan bervariasi.

Hasilnya, Thailand terus menggempur lini pertahanan Filipina secara bertubi-tubi. Berbagai peluang demi peluang pun tercipta, termasuk sundulan Yotsakorn Burapha yang sempat membentur keras mistar gawang pada menit ke-82.

Tekanan tanpa henti dari tim tamu akhirnya membuahkan hasil manis dua menit kemudian. Gol yang ditunggu-tunggu oleh Thailand akhirnya lahir pada menit ke-84.

Berawal dari umpan silang akurat yang dilepaskan Picha Autra dari sisi lapangan, Waris Choolthong berhasil menyambut bola dengan sundulan terarah ke sudut kiri bawah gawang Filipina. Kiper Patrick Deyto tak mampu menghalau bola tersebut sehingga Thailand memimpin unggul 1-0.

Setelah memegang keunggulan, Thailand tetap tampil menyerang demi mencari gol tambahan. Yotsakorn Burapha dan Worachit Kanitsribumphen sempat memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi Deyto kembali melakukan penyelamatan penting sehingga skor tidak berubah.

Dari kubu Filipina, sang pelatih berusaha menyegarkan lini serang dengan memasukkan John Lucero, Noah Leddel, Pocholo Bugas, hingga Andres Aldeguer. Sayangnya, berbagai upaya keras mereka untuk menyamakan kedudukan tetap tidak membuahkan hasil hingga pertandingan usai.

Aksi Individu dan Drama Kartu

Selain menjadi pencetak gol kemenangan yang sangat krusial, Waris Choolthong juga tampil aktif membantu lini serangan Thailand sepanjang pertandingan.

Bek kanan berusia muda itu beberapa kali naik membantu lini depan dan sempat memperoleh peluang melalui sundulan pada babak pertama sebelum akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-84.

Secara statistik, Thailand memang tampil jauh lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah menciptakan peluang. Tim asuhan Anthony Hudson terus menekan pertahanan Filipina melalui kombinasi Worachit Kanitsribumphen, Kakana Khamyok, dan Yotsakorn Burapha.

Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat mereka harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan tiga poin. Di pihak lawan, Filipina juga layak mendapat apresiasi tinggi karena mampu memberikan perlawanan sengit.

Cole Mrowka menjadi salah satu pemain paling menonjol di kubu tuan rumah dengan beberapa kali melakukan percobaan dari luar kotak penalti. Sementara itu, Gavin Muens dan Javier Gayoso terus merepotkan pertahanan Thailand lewat pergerakan cepat mereka.

Penampilan kiper Patrick Deyto juga menjadi faktor utama yang membuat Filipina mampu bertahan cukup lama dari gempuran. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan sundulan Nattapong Sayriya dan tembakan keras Kakana Khamyok pada babak kedua.

Tanpa penampilan gemilang dari Deyto, Thailand berpeluang memenangi laga ini dengan selisih gol yang lebih besar. Selain hujan peluang, pertandingan ini juga berlangsung cukup keras dan sengit.

Wasit terpaksa mengeluarkan beberapa kartu kuning dari kantongnya, termasuk untuk Gavin Muens, Oskari Kekkonen, Teerasak Poeiphimai, dan Andres Aldeguer. Meski tensi pertandingan meningkat drastis pada menit-menit akhir, kedua tim tetap mampu menyelesaikan laga tanpa diwarnai kartu merah.

Thailand Jaga Rekor Sempurna

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif dan memastikan Thailand tetap tampil sempurna di Grup B ASEAN Hyundai Cup 2026. Mereka kini mengemas tiga kemenangan beruntun, mencetak total delapan gol, serta mempertahankan rekor impresif tanpa kebobolan satu gol pun dengan selisih gol +8.

Catatan ini menunjukkan keseimbangan sempurna antara lini serang yang produktif dan pertahanan yang sangat solid.

Sebaliknya, Filipina harus puas tertahan di peringkat keempat setelah baru mengumpulkan tiga poin. Mereka kini wajib meraih hasil maksimal pada pertandingan berikutnya sembari berharap hasil dari tim lain menguntungkan agar peluang lolos ke fase gugur tetap terbuka.

Sementara itu, Myanmar dan Malaysia sama-sama menempel di posisi bawahnya dengan koleksi enam poin. Situasi ini membuat persaingan memperebutkan tiket tersisa ke babak berikutnya dipastikan berlangsung semakin sengit hingga laga pamungkas Grup B.

Klasemen Sementara Grup B ASEAN Hyundai Cup 2026

Pos Tim Main Menang Seri Kalah Selisih Gol Poin
1 Thailand 3 3 0 0 +8 9
2 Myanmar 3 2 0 1 +7 6
3 Malaysia 3 2 0 1 +3 6
4 Filipina 3 1 0 2 -1 3
5 Laos 4 0 0 4 -17 0

(MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *