Sassuolo Kalahkan Juventus 3-2, Aquilani Puji Keberanian Jay Idzes Cs

Memberi Apresiasi – Pelatih kepala Unione Sportiva Sassuolo Calcio, Alberto Aquilani, memberikan acungan jempol dari sisi lapangan saat menyaksikan perjuangan anak asuhnya menghadapi Juventus pada pertandingan pekan keempat Serie A Italia 2026/2027, di Stadion Mapei – Città del Tricolore, Reggio Emilia, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Neroverdi mengakhiri laga dengan kemenangan dramatis 3-2 atas La Vecchia Signora. (Sumber foto: @kalcionalizando/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Unione Sportiva Sassuolo Calcio meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus pada pekan keempat Serie A Italia 2026/2027, di Stadion Mapei – Città del Tricolore, Reggio Emilia, Senin (14/9/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut terasa istimewa karena Neroverdi mampu menjaga keberanian mereka hingga pertandingan memasuki menit-menit terakhir.

U.S Sassuolo Calcio sempat membuka keunggulan melalui Sebastiano Esposito setelah memanfaatkan umpan Nemanja Matić. Juventus kemudian merespons lewat Edon Zhegrova yang mencetak dua gol.

Namun, tuan rumah tidak menyerah. Kieron Bowie menyamakan kedudukan, sebelum Vasilije Adžić mencetak gol penentu pada menit ke-90+4.

Empat gol tercipta sejak menit ke-82 hingga waktu tambahan. Adžić, pemain yang masih dimiliki Juventus dan dipinjamkan ke Sassuolo, akhirnya menjadi penentu kemenangan melalui sentuhan terakhir pertandingan.

Hasil tersebut membuat para pendukung Neroverdi merayakan kemenangan dalam duel yang berlangsung penuh drama.

Aquilani Puji Keberanian Sassuolo

Pelatih Sassuolo Calcio, Alberto Aquilani, menilai keberanian menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan atas Juventus. Ia menyebut karakter tersebut sudah menjadi kekuatan tim dan harus tetap mereka tunjukkan ketika menghadapi lawan dengan kualitas besar.

“Saya sudah berbicara kemarin tentang keberanian, karena kami pikir ini adalah kekuatan kami. Kami membutuhkan keberanian untuk menggunakannya, bahkan ketika melawan Juventus atau tim lainnya”, kata Aquilani kepada DAZN Italia dilansir Mataredaksi.

Menurut Aquilani, keberanian para pemain menjadi hal yang paling memuaskan dari kemenangan tersebut. Hasil itu juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain muda yang ia latih.

“Saya beruntung melatih Domenico Berardi dan kawan-kawan. Sebab, mereka memberikan segalanya dalam segala hal hari ini”, ujarnya.

Adžić dan Dampak Pemain Pengganti

Adžić sebelumnya diperkirakan mendapat kesempatan tampil sejak menit awal. Namun, Aquilani memilih Luca Lipani dan Kristjan Thorstvedt lebih dahulu sebelum memasukkan pemain yang dipinjamkan Juventus tersebut.

Aquilani menjelaskan, lima pergantian pemain memberi kesempatan kepada para pemain dari bangku cadangan untuk mengubah jalannya pertandingan.

“Saya memiliki banyak pemain berbakat dan sulit untuk memilih. Saya juga berpikir hal-hal telah berubah dengan lima substitusi. Pemain benar-benar merasa mereka dapat memberikan kontribusi dari bangku cadangan”, jelasnya.

Ia memilih Thorstvedt untuk membantu Esposito, sedangkan Adžić dinilai lebih efektif menghadapi pemain Juventus yang mulai kelelahan. Bowie juga membuktikan keputusan tersebut tepat setelah mencetak gol sebagai pemain pengganti.

Strategi Aquilani Berbuah Hasil

Keputusan Aquilani dalam memanfaatkan pemain pengganti akhirnya memberi dampak besar pada fase akhir pertandingan. Adžić mencetak gol penentu pada menit ke-90+4, sementara Bowie lebih dahulu menyamakan kedudukan untuk Sassuolo.

Situasi tersebut memperlihatkan kedalaman skuat Sassuolo dalam menjaga intensitas permainan hingga pertandingan memasuki menit-menit terakhir.

Matić Jadi Pengatur Permainan

Selain memuji keberanian tim, Aquilani memberikan apresiasi khusus kepada Nemanja Matić. Gelandang berpengalaman tersebut kembali memainkan peran penting dalam mengatur tempo permainan sekaligus memberikan assist.

“Nemanja Matić adalah juara, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dengan sikapnya, cara dia berlatih, serta rasa ingin tahu yang dia miliki ketika berhadapan dengan ide-ide yang mungkin tidak biasa dia lakukan. Dia adalah pemain top dalam segala hal”, kata Aquilani.

Gagasan Baru Aquilani di Sassuolo

Allenatore berusia 42 tahun tersebut mengaku datang ke Sassuolo dengan gagasan permainan yang berbeda. Ia senang karena para pemain menunjukkan kemauan untuk mempelajarinya dan berani mempertanyakan alasan di balik setiap instruksi.

Menurut Aquilani, sikap terbuka para pemain membantu proses penerapan ide permainan yang ia bawa ke Sassuolo.

Esposito dan Bakola Beri Kontribusi

Esposito mendapat kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya dan langsung mencetak gol pertamanya bersama Sassuolo. Ia sebelumnya sempat terlibat perselisihan kontrak dengan Cagliari Calcio pada musim panas.

Darryl Bakola juga memberikan kontribusi setelah masuk dari bangku cadangan dan mengirim assist untuk gol penentu Adžić.

Aquilani Puji Perkembangan Esposito

“Bakola sedikit ragu tentang posisi mana yang paling membuatnya nyaman. Namun, kami membawanya sedikit lebih dalam dan dia merasa lebih baik. Dia juga mengalami cedera, tetapi saya merasa dia bisa memberikan ancaman kepada lawan yang mulai lelah”, tambah Aquilani.

Ia juga menilai Esposito memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi, termasuk sebagai penyerang maupun pemain nomor 10.

“Esposito bisa menjadi Nomor 9, 10, dia bermain di antara garis, tetapi sangat bagus dalam menyelesaikan peluang. Dia sempat keluar untuk sementara waktu, tetapi hari ini dia bermain di level yang sangat tinggi”, pungkas Aquilani. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *