Mataredaksi.com, BOGOR – Football Club Internazionale Milano atau Inter Milan kembali menunjukkan mentalitas comeback setelah mengalahkan Udinese Calcio dengan skor 5-3 pada pekan keempat Serie A Italia 2026/2027, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Selasa (15/9/2026) WIB.
I Nerazzurri sempat tertinggal dua gol lebih dulu, tetapi mampu membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin melalui permainan yang semakin agresif setelah jeda. Kemenangan tersebut menjadi comeback kedua Inter Milan secara beruntun di Serie A Italia.
Sebelumnya, mereka juga tertinggal 0-2 saat menghadapi Società Sportiva Calcio Napoli sebelum akhirnya menang 3-2. Situasi serupa kembali terjadi ketika Udinese mampu mencetak dua gol lebih awal, tetapi Inter merespons dengan lima gol untuk memastikan kemenangan.
Carlos Augusto, Nicolò Barella, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny mencatatkan nama mereka di papan skor. Hasil itu sekaligus memperlihatkan kedalaman skuad Inter Milan karena Bonny mampu memberikan dampak setelah masuk dari bangku cadangan.
Thuram Puji Reaksi Inter Milan
Thuram menilai situasi tersebut memperlihatkan karakter Inter Milan sebagai tim yang mampu bangkit saat menghadapi tekanan. Penyerang asal Prancis itu menegaskan timnya tidak perlu panik meski sempat kehilangan kendali pada awal pertandingan.
“Saya tidak berpikir kami perlu terguncang. Kami memainkan banyak pertandingan, kadang-kadang kami bisa mendapatkan pendekatan yang salah, tetapi kami telah membuktikan bahwa kami adalah tim yang tahu bagaimana harus bereaksi”, kata Thuram kepada Sky Sport Italia dilansir Mataredaksi.
Menurut Marcus Thuram, pertandingan sepak bola tidak berhenti setelah satu kesalahan atau periode buruk. Inter masih memiliki waktu untuk memperbaiki permainan dan mengubah jalannya pertandingan.
“Kami tahu pertandingan berlangsung lebih dari 90 menit, bahwa ada waktu yang panjang dan kami bisa membalikkannya. Jadi, itulah yang kami lakukan”, ujar pemilik nama lengkap Marcus Lilian Thuram-Ulien tersebut.
Mentalitas Pazza Inter Kembali Terlihat
Mentalitas tersebut kembali mengingatkan publik pada era Pazza Inter. Sebutan itu melekat pada Inter karena klub tersebut kerap menjalani pertandingan dramatis dan sulit diprediksi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Dua comeback beruntun di Serie A Italia semakin memperkuat gambaran tersebut. Setelah membalikkan ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2 atas Società Sportiva Calcio Napoli, Inter kembali melakukan hal serupa ketika menghadapi Udinese Calcio.
Bonny Beri Dampak dari Bangku Cadangan
Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus dari Thuram adalah Ange-Yoan Bonny. Penyerang tersebut masuk dari bangku cadangan dan kemudian mencetak gol untuk membantu Inter Milan menyelesaikan comeback atas Udinese.
Thuram melihat perkembangan Bonny semakin matang setelah menjalani musim keduanya bersama Inter Milan. Pengalaman bermain di level internasional juga membantu pemain tersebut meningkatkan kualitas permainannya.
“Ini adalah musim keduanya di sini, dia juga bermain di Piala Dunia, jadi memiliki lebih banyak pengalaman sekarang. Dia selalu bekerja keras dan memberikan kontribusinya. Saya pikir dia adalah salah satu pemain terbaik di Serie A”, kata penyerang berusia 29 tahun tersebut.
Pujian itu menunjukkan kepercayaan Thuram terhadap kemampuan Bonny. Inter memiliki pemain yang siap memberi perubahan ketika tim membutuhkan tenaga tambahan dari bangku cadangan.
Inter Siapkan Diri Hadapi AS Roma
Setelah menyelesaikan comeback atas Udinese, Inter Milan langsung menghadapi tantangan besar berikutnya. I Nerazzurri akan bertandang ke markas AS Roma, di Stadio Olimpico pada Sabtu dalam pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan catatan sempurna setelah empat giornata.
Thuram menyadari pertandingan tersebut tidak akan mudah. Roma menjadi salah satu rival yang harus Inter hadapi dalam perburuan hasil terbaik sepanjang musim.
“Kami memiliki 19 rival yang kami butuhkan untuk mendapatkan hasil melawan musim ini, dan Roma termasuk di antara mereka. Jadi, kami harus pergi ke sana dan melakukan apa yang perlu dilakukan”, tutur penyerang kelahiran Parma, Italia, itu.
Pertandingan melawan AS Roma juga memberi Inter kesempatan untuk menjaga momentum setelah dua kemenangan comeback beruntun. Kemenangan atas Udinese membuat skuad semakin percaya diri sebelum menghadapi lawan berikutnya.
Inter Belajar dari Kekalahan di Liga Champions
Comeback beruntun Inter Milan juga tidak terlepas dari sorotan terhadap awal permainan mereka. Sebelum menghadapi Udinese, I Nerazzurri mengalami kekalahan 1-2 dari Real Madrid CF pada pertandingan Liga Champions UEFA, di Estadio Santiago Bernabéu, Spanyol.
Dalam pertandingan tersebut, Inter Milan juga sempat tertinggal dua gol. Sejumlah kesalahan individu membuat mereka kesulitan mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.
Situasi serupa kemudian muncul ketika Udinese mencetak dua gol lebih awal di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro. Namun, Lautaro Martínez dan kawan-kawan menunjukkan respons berbeda dan membalikkan keadaan hingga meraih kemenangan 5-3.
Skuad Inter Harus Selalu Siap
Bonny menegaskan kekuatan Inter tidak hanya bergantung pada 11 pemain yang tampil sejak awal. Seluruh anggota skuad harus siap memberikan kontribusi ketika pelatih membutuhkan mereka.
“Seperti musim lalu, kami bukan hanya 11 pemain, tetapi seluruh skuad siap untuk melakukan pekerjaan saat dibutuhkan”, kata Bonny.
Bonny juga menilai AS Roma merupakan lawan yang kuat dan pertandingan berikutnya akan berlangsung sulit. Meski demikian, target Inter tetap sama, yakni meraih kemenangan.
“AS Roma adalah tim yang mengesankan, ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami memiliki tujuan yang sama seperti biasanya, yaitu memenangkan pertandingan”, ujar Bonny. (MR-01)






