Program Bongkar Ratoon 2025, Kementan Bidik Swasembada Gula dari NTB

PELAKSANA tugas (Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, meninjau proses produksi tebu di PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS), Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Rabu (3/9/2025). (Sumber foto: Dok. Humas KementanRI)

Mataredaksi.om, DOMPU – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mempercepat langkah strategis untuk mendongkrak produksi gula nasional. Tahun ini, Kementan menjalankan program Refocusing dan ABT Pengembangan Kawasan Tebu serta Bongkar Ratoon (BR) 2025.

Fokus utama program mencakup perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, bongkar ratoon, hingga penguatan skema CPCL (Calon Penerima Calon Lahan).

Kawasan kerja PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu lokasi prioritas.

Saat ini PT SMS memiliki kapasitas giling 5 ribu TCD dengan lahan tebu 4 ribu hektare. Perusahaan bersama petani mitra menargetkan pengembangan hingga 14 ribu hektare.

Tinjauan ke Lapangan

Plt Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat meninjau langsung proses produksi gula di PT SMS. Ia menegaskan pemetaan benih dan penjadwalan tanam harus segera rampung agar target nasional tercapai. “Lahan yang dibuka dan benih yang ditanam harus sesuai target nasional”, ujarnya.

Roni juga meminta percepatan verifikasi CPCL di lapangan. Menurutnya, data CPCL yang akurat sangat penting agar bantuan dan dukungan pemerintah tepat sasaran.

Skema Pembiayaan dan Dukungan KUR

Ia mendorong petani memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus tebu sebagai solusi pembiayaan. Plafon KUR mencapai Rp500 juta per petani dan bisa diajukan kembali setelah lunas. Permenko Nomor 12 Tahun 2025 menjadi dasar hukum bagi implementasi KUR khusus ini.

Selain itu, pemerintah sudah menetapkan kembali Pupuk ZA sebagai pupuk subsidi bagi petani tebu. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus produktivitas tebu.

Sinergi Menuju Swasembada

Abdul Roni mengapresiasi PT SMS dan para petani mitra yang aktif mendorong pengembangan kawasan tebu. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, industri, dan lembaga pembiayaan.

“Kami berharap peningkatan produktivitas tebu bisa memperkuat kedaulatan pangan sekaligus energi Indonesia”, tutupnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *