Mataredaksi.com, BOGOR – Inter Milan tampil luar biasa dan mengalahkan 10 pemain Unione Sportiva Sassuolo Calcio 5-0 pada pekan ke-24 Serie A Italia 2025/2026, Senin (9/2/2026) dini hari WIB di Mapei Stadium – Città del Tricolore.
Selain itu, Nerazzurri memenangkan 10 dari 11 laga terakhir Serie A dan menaklukkan Torino 2-1 di perempat final Coppa Italia. Para suporter di Stadio Mapei bersorak meriah setiap kali Inter menekan pertahanan Sassuolo. Karena sorak penonton, tim tuan rumah merasakan tekanan psikologis sejak awal pertandingan.
Awal Pertandingan Panas
Dalam 60 detik pertama, Ismaël Koné hampir mencetak gol untuk Sassuolo setelah melewati beberapa bek Inter. Federico Dimarco melakukan clearance tepat di garis gawang untuk menghentikan peluang itu.
Kemudian, Yann Bisseck menyundul bola dari assist Dimarco dan Inter berhasil memimpin setelah Luis Henrique menekan pertahanan Sassuolo. Para pemain Nerazzurri langsung mengatur pertahanan dan serangan sejak awal pertandingan, memastikan mereka mendominasi lini tengah dan sayap.
Dimarco & Thuram Gandakan Keunggulan
Di menit berikutnya, Dimarco mengirim bola dari sisi kiri dengan akurasi tinggi. Marcus Thuram menerima bola dan menyelesaikan peluang itu menjadi gol kedua Inter dari jarak enam meter. Muric melakukan penyelamatan gemilang, tetapi para pemain Inter tetap menekan pertahanan lawan.
Mereka memanfaatkan setiap kesalahan Sassuolo untuk menambah tekanan. Para penonton bersorak dan menepuk tangan setiap kali Inter menguasai bola, menciptakan atmosfer penuh energi yang menekan tim tuan rumah.
Lautaro Martínez Cetak Rekor
Pada babak kedua, Lautaro Martínez memanfaatkan kesalahan pertahanan Sassuolo untuk mencetak gol. Ia mengontrol bola dengan dada sebelum menendang ke gawang dari jarak 12 meter.
Gol ini membuat Lautaro Martínez menempati posisi ketiga pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inter, menyamai rekor Roberto Boninsegna. Para penonton bersorak riuh.
Lautaro Martínez merayakan gol dengan melompat tinggi, berteriak, memeluk rekan setim, dan melambaikan tangan ke tribun, sementara sorak penonton menandai momen bersejarah ini.
Manuel Akanji & Luis Henrique Tutup Laga
Kemudian, Manuel Akanji memanfaatkan assist Dimarco dan mencetak gol keempat Inter. Luis Henrique mengeksekusi setengah voli spektakuler dari sudut rumit yang tidak bisa dijangkau Muric.
Dimarco mencatat tiga assist yang membantu tim mencetak gol. Para penonton bersorak menanggapi aksi Dimarco, sementara para pemain baru Sassuolo, termasuk Ulisses Garcia dan M’Bala Nzola, mencoba menahan serangan, tetapi gagal menghentikan laju Nerazzurri.
Statistik & Atmosfer Stadion
Para pemain Inter menguasai bola 63% sepanjang pertandingan. Mereka melakukan 14 percobaan gol, 7 tepat sasaran, dan memotong 5 serangan lawan melalui intersep krusial. Sassuolo menuntut beberapa pelanggaran, dan wasit memberi kartu kuning kepada Nemanja Matić karena protes.
Para penonton bersorak, menepuk tangan, dan menyanyikan chant “Forza Inter!” Inter memenangkan pertandingan ini dan menambah tekanan pada tim-tim di puncak klasemen Serie A. Tim ini menunjukkan kedalaman skuad yang solid, sementara setiap pemain memberikan kontribusi signifikan di lapangan.
Momentum Kemenangan
Akhirnya, para pemain Inter merayakan kemenangan yang memberi energi tambahan untuk menghadapi sisa musim Serie A 2025/2026. Lautaro Martínez mencetak sejarah sebagai salah satu pencetak gol terbaik klub. Dimarco membantu mencetak tiga gol melalui assist brilian.
Para penonton dan rival menyaksikan aksi pemain dengan kagum, sementara sorak penonton dan tepuk tangan menambah semangat tim. Kemenangan ini memperkuat posisi Inter di puncak klasemen dan menegaskan kualitas skuad mereka. (MR-03)







