Mataredaksi.com, BOGOR – Klub Bundesliga Austria, Linzer Athletik-Sport-Klub (LASK Linz) menciptakan comeback dramatis pada leg kedua babak kualifikasi play-off Liga Champions UEFA 2026/2027.
Tertinggal agregat tiga gol, klub Austria itu justru menghancurkan Celtic FC dengan skor 5-1, setelah melewati babak perpanjangan waktu, di Stadion Raiffeisen Arena, Austria, Rabu (26/8/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut mengantarkan LASK membalikkan keadaan dan lolos ke league phase Liga Champions dengan keunggulan agregat 5-4. Samuel Adeniran menjadi tokoh utama keberhasilan tuan rumah setelah mencetak gol penentu pada babak kedua perpanjangan waktu.
Celtic sebenarnya datang dengan modal sangat kuat. Klub Premiership Skotlandia itu membawa keunggulan agregat 3-0 dari leg pertama. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu mereka pertahankan, setelah LASK tampil agresif sepanjang pertandingan.
Celtic Unggul Lebih Dulu
LASK langsung berusaha mengambil kendali pertandingan sejak awal. Tuan rumah membutuhkan gol untuk memperkecil ketertinggalan agregat, tetapi justru Celtic yang berhasil membuka skor.
Pada menit ke-21, Callum McGregor membawa Celtic unggul 1-0. Tembakannya sempat mengenai João Victor Tornich, yang akrab dipanggil Alemão, sebelum bola berubah arah dan melambung melewati jangkauan kiper LASK, Lukas Jungwirth.
Gol tersebut membuat tugas LASK semakin berat. Sascha Horvath dan kolega kini membutuhkan lima gol tanpa balasan untuk membalikkan agregat.
Namun, klub yang kerap disebut LASK Linz tidak kehilangan keberanian. Tekanan skuad asuhan Dietmar Kühbauer akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32, setelah kesalahan lini belakang Celtic.
Umpan Benjamin Nygren kepada kiper Viljami Sinisalo justru menjadi petaka. Moses Usor memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut bola dan mengarahkannya ke gawang Celtic. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol itu menghidupkan kembali harapan tuan rumah. Klub berjuluk Die Schwarz-Weißen semakin berani meningkatkan intensitas serangan hingga pertandingan memasuki babak kedua.
LASK Balikkan Keadaan
Tiga menit setelah babak kedua dimulai, LASK langsung mencetak gol kedua. Robert Ljubičić mendapat ruang di tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan akurat ke sudut kanan bawah.
Skor 2-1 membuat LASK semakin dekat dengan target. Celtic mulai menghadapi tekanan besar karena keunggulan agregat mereka terus tergerus.
Momentum LASK semakin kuat pada menit ke-60. Adeniran kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan spektakuler dari jarak sekitar 25 meter. Sepakan penyerang asal Amerika Serikat itu melengkung melewati Sinisalo dan bersarang di gawang Celtic.
LASK kini hanya membutuhkan satu gol untuk menyamakan agregat menjadi 4-4. Celtic berusaha menjaga pertahanan sekaligus mencari ruang melalui serangan balik. Kasper Høgh sempat mendapat peluang, sedangkan Camilo Durán mencoba memberikan ancaman dari lini depan.
Namun, Die Laskler, masih julukan LASK Linz, terus menguasai permainan. Tekanan tuan rumah akhirnya menghasilkan gol penyama agregat pada penghujung waktu normal.
Kryštof Daněk lebih dulu melepaskan sundulan yang ditepis Sinisalo. Florian Flecker kemudian menyambar bola muntah untuk mencetak gol keempat LASK.
Wasit kemudian meninjau gol tersebut melalui Video Assistant Referee atau VAR karena dugaan offside pemain LASK. Setelah pemeriksaan selesai, wasit mengesahkan gol Florian Flecker.
Skor 4-1 membuat agregat menjadi 4-4. Karena kedua tim sama kuat dalam dua leg, pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Adeniran Jadi Penentu
Memasuki perpanjangan waktu, LASK tampil semakin percaya diri. Sebaliknya, Celtic kehilangan momentum dan harus menghadapi tekanan tuan rumah yang terus mengalir.
Adeniran kembali menjadi ancaman utama bagi pertahanan Celtic. Pergerakannya membuat lini belakang tim tamu kesulitan mengantisipasi serangan LASK.
Pada babak kedua perpanjangan waktu, Adeniran akhirnya menyempurnakan comeback spektakuler LASK. Ia melepaskan tembakan rendah ke sudut kiri bawah gawang dan mengubah skor menjadi 5-1.
Gol tersebut membuat LASK berbalik unggul agregat 5-4. Celtic kini membutuhkan satu gol untuk memaksakan kembali keseimbangan agregat.
Adeniran sebenarnya memiliki kesempatan mencetak hat-trick sekaligus menambah penderitaan Celtic. LASK mendapat hadiah penalti setelah Reo Hatate menjatuhkan Kryštof Daněk di dalam kotak terlarang.
Adeniran maju sebagai eksekutor. Namun, Sinisalo berhasil menepis tendangannya enam menit setelah gol kelima LASK.
Kegagalan tersebut tidak mengubah hasil pertandingan. LASK tetap menjaga keunggulan hingga peluit akhir dan memastikan tiket menuju league phase Liga Champions UEFA 2026/2027.
Celtic Kembali Gagal
Kegagalan tersebut menjadi pukulan berat bagi Celtic dan pelatih Martin O’Neill. Sebelum pertandingan, O’Neill sudah memperkirakan laga bakal berlangsung panjang. Ia juga menegaskan timnya tidak akan sekadar bertahan dengan keunggulan tiga gol.
Namun, skenario buruk justru menghampiri Celtic. Mereka kembali gagal mencapai Liga Champions untuk musim kedua berturut-turut.
Musim lalu, Celtic juga tersingkir pada babak kualifikasi setelah menghadapi Kairat Almaty. Mereka kalah melalui adu penalti setelah kedua tim mengakhiri dua leg dengan skor ketat.
Kali ini, Celtic sempat memiliki posisi yang jauh lebih menguntungkan. Keunggulan agregat 3-0 membuat mereka hanya membutuhkan hasil yang cukup untuk mempertahankan tiket menuju kompetisi elite Eropa tersebut.
Sayangnya, LASK menghancurkan keunggulan itu melalui tekanan tanpa henti. Adeniran menjadi pemain paling menonjol dalam comeback tersebut. Ia mencatatkan 10 tembakan dan 11 sentuhan di kotak penalti Celtic.
Tidak ada pemain lain yang menyamai jumlah tersebut. Sascha Horvath juga tampil impresif dengan menciptakan enam peluang, terbanyak di antara pemain LASK. Ia juga mencatat 39 umpan di sepertiga akhir lapangan.
Statistik Tegaskan Dominasi LASK
Dominasi LASK semakin terlihat melalui statistik pertandingan. Tuan rumah melepaskan 40 tembakan sepanjang laga dan mencatat nilai expected goals (xG) sebesar 4,91.
Meski hanya delapan tembakan yang mengarah ke gawang, LASK mampu memanfaatkan peluang penting sekaligus menghukum kesalahan Celtic.
Sebaliknya, Celtic hanya menghasilkan delapan tembakan dengan nilai xG sebesar 0,42. Perbedaan statistik tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang LASK berikan sepanjang pertandingan.
Hasil ini memastikan LASK menjadi salah satu tim yang melanjutkan perjalanan ke league phase Liga Champions UEFA 2026/2027.
LASK bergabung dengan Sabah FK yang juga membutuhkan perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Hapoel Be’er Sheva FC dengan agregat 6-4. Sementara itu, Bodø/Glimt memastikan tiket setelah mengalahkan NEC Nijmegen 3-0 dan mencatat kemenangan agregat 6-1.
Bagi Celtic, perjalanan di kualifikasi Liga Champions kembali berakhir dengan kekecewaan. Keunggulan tiga gol dari leg pertama ternyata tidak cukup untuk membendung kebangkitan luar biasa LASK. (MR-02)






