Mataredaksi.com, BOGOR – Juventus terhindar dari kekalahan saat bertandang ke markas Cagliari Calcio, setelah Randal Kolo Muani mencetak gol penyeimbang pada menit ke-81. Hasil imbang 1-1 pada pekan keenam Serie A Italia 2026/2027, di Stadion Unipol Domus, Sardinia, tersebut membuat tim asuhan Luciano Spalletti harus puas membawa pulang satu poin.
Cagliari Calcio racikan Fabio Pisacane lebih dahulu membuka keunggulan melalui Daniel Maldini pada menit ke-20. Juventus kemudian meningkatkan tekanan selepas jeda dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui sundulan Randal Kolo Muani.
Penyerang asal Prancis itu sekaligus mengakhiri penantiannya untuk mencetak gol di kompetisi liga setelah kembali memperkuat La Vecchia Signora, julukan khas Juventus.
Hasil ini terasa penting bagi Juventus yang berusaha menghindari kekalahan tandang beruntun di Serie A. Sementara itu, Gli Isolani tetap mempertahankan posisi di empat besar setelah mencatat hasil imbang pertama mereka pada musim ini, menurut data dalam materi sumber.
Maldini Bawa Cagliari Unggul
Juventus mengawali pertandingan dengan cukup agresif. Tim tamu yang dikomando Gleison Bremer berusaha membuka ruang melalui tembakan dari luar kotak penalti, tetapi upaya mereka belum mampu menaklukkan kiper Cagliari, Elia Caprile.
Tuan rumah justru berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-20. Daniel Maldini merangsek dari sisi kanan dan melepaskan tembakan yang sempat diblok oleh Gleison Bremer. Bola pantul kemudian kembali dikuasai pemain Cagliari sebelum serangan diselesaikan menjadi gol pembuka.
Keunggulan tersebut membuat skuad “Penghuni Pulau” semakin percaya diri dalam menghadapi tekanan Juventus. Tim tuan rumah mampu menjaga keunggulan hingga turun minum, meskipun “Si Nyonya Tua” berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Juventus sendiri memiliki sejumlah peluang dari situasi bola mati maupun tembakan jarak jauh. Namun, penyelesaian akhir mereka belum cukup efektif untuk mengubah skor pada babak pertama.
Pergantian Pemain Menghidupkan Serangan Juventus
Memasuki babak kedua, Luciano Spalletti melakukan perubahan taktik. Ia memasukkan Kerim Alajbegović dan Edon Zhegrova ke lapangan. Kehadiran Zhegrova memberikan tambahan daya dobrak nyata bagi Juventus, terutama melalui pergerakan individu dan tembakan tajam dari sisi serangan.
Zhegrova langsung menguji ketangguhan Caprile pada menit ke-52. Kiper Cagliari itu mampu menepis percobaan sang pemain. Ia kemudian kembali menggagalkan upaya berikutnya yang mengarah tepat ke gawang.
Tekanan gencar Juventus terus berlanjut. Zhegrova beberapa kali menciptakan ancaman membahayakan melalui tembakan melengkung. Namun, Caprile tampil sangat sigap untuk menjaga keunggulan timnya.
Perubahan taktik tersebut membuat permainan Juventus jauh lebih berbahaya dibandingkan babak pertama. Serangan Bianconeri, masih julukan Juventus, semakin intens, sementara para pemain Cagliari harus bekerja keras membentengi keunggulan di hadapan pendukung sendiri.
Sundulan Kolo Muani Selamatkan Juventus dari Kekalahan
Upaya keras Juventus akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-81. Umpan silang berbahaya dari Alajbegović berhasil ditanduk Kolo Muani menuju sudut kanan bawah gawang. Caprile tidak mampu menghentikan laju bola, sehingga skor berubah menjadi imbang 1-1.
Gol penyeimbang tersebut menjadi gol liga pertama Kolo Muani setelah kembali memperkuat Juventus. Penyerang asal Prancis itu sekaligus menjawab tuntutan pelatih Spalletti. Sebelumnya, sang pelatih meminta dirinya memaksimalkan seluruh kemampuan untuk membantu tim.
Juventus bahkan memperoleh peluang emas untuk membalikkan kedudukan beberapa saat kemudian. Kolo Muani kembali mengancam gawang lawan seusai menerima umpan manis Alajbegović. Namun, tandukannya kali ini justru melambung dan menghantam mistar gawang.
Andrea Cambiaso juga nyaris mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan. Namun, tembakan kerasnya dari sudut sempit berhasil ditangkis Caprile. Hingga wasit meniup peluit panjang, kedua tim gagal mengemas gol tambahan dan harus puas berbagi satu poin.
Zhegrova Tampil Menjadi Pembeda Utama Lini Serang
Randal Kolo Muani memang mencuri perhatian publik lewat gol penyeimbang kedudukan. Namun, aksi impresif Zhegrova setelah masuk pada babak kedua turut mengubah alur permainan. Ia menjadi salah satu pemain paling aktif dalam skema Juventus mengejar ketertinggalan.
Berdasarkan catatan statistik resmi, Zhegrova melepaskan enam percobaan tembakan. Lima tembakan di antaranya mengarah tepat ke sasaran, plus dua aksi dribel sukses. Catatan tersebut membuktikan besarnya kontribusi pemain pengganti itu dalam membangun tekanan ke lini pertahanan Cagliari.
Meski demikian, Juventus tetap harus mengevaluasi efektivitas penyelesaian akhir lini depan. Tim tamu merancang banyak peluang emas, tetapi mereka baru mampu menyamakan skor menjelang laga berakhir.
Statistik Membuktikan Dominasi Nyata Skuad Juventus
Juventus mengakhiri pertandingan dengan catatan 22 percobaan tembakan. Sebanyak 10 tembakan mengarah tepat ke gawang lawan. Bianconeri juga mengemas nilai expected goals (xG) mencapai 1,92. Sebaliknya, Cagliari hanya mampu membukukan empat tembakan dengan catatan xG sebesar 0,51.
Perbedaan angka statistik tersebut memperlihatkan bahwa Juventus tampil jauh lebih produktif dalam merancang peluang, meskipun dominasi itu gagal berujung pada kemenangan.
Hasil imbang ini juga memperpanjang rekor pertandingan yang kurang menguntungkan bagi Juventus saat meladeni Cagliari. “Si Hitam-Putih” tercatat hanya memetik dua kemenangan dalam enam pertemuan liga terakhir melawan Rossoblù, dengan rincian tiga hasil imbang dan satu kali menderita kekalahan.
Rekor Impresif Daniel Maldini Bersama Cagliari
Di sisi lain, Daniel Maldini kembali menunjukkan peran krusial bagi skuad Cagliari. Ia resmi mengukir rekor sebagai pemain pertama klub tersebut yang sukses mencetak gol dalam empat penampilan Serie A secara beruntun. Rekor manis ini mengulang pencapaian João Pedro yang mengemas gol dalam lima laga beruntun antara Oktober dan November 2020.
Cagliari Sukses Bertahan di Posisi Empat Besar
Tambahan satu poin dari laga ini membuat Cagliari berhasil menjaga posisi di empat besar klasemen sementara Serie A. Tim tuan rumah mungkin merasa kecewa karena gagal mengamankan keunggulan. Namun, hasil imbang melawan tim sekelas Juventus tetap memberikan tambahan poin yang sangat berharga.
Sementara itu, Juventus wajib segera membenahi efektivitas barisan penyerang mereka seusai membuang banyak kesempatan emas. Gol tunggal Randal Kolo Muani berhasil menyelamatkan mereka dari kekalahan, tetapi performa keseluruhan tim belum cukup untuk membawa pulang tiga poin penuh dari Sardinia. (MR-02)






