Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Prancis bangkit secara dramatis untuk mengalahkan Belgia 4-1 pada matchday keempat UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027 Phase League A Grup A1, di Stade de France, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB.
Belgia sempat unggul lebih dahulu melalui Dodi Lukébakio pada menit ke-35. Namun, Prancis membalikkan keadaan lewat Désiré Doué pada menit ke-77, Mathis Rayan Cherki menit ke-81, serta dua gol Michael Olise pada menit ke-88 dan 90+1.
Kemenangan tersebut memperpanjang awal positif Zinédine Zidane sebagai pelatih Prancis. Les Bleus kini mengoleksi tiga kemenangan dari empat pertandingan sejak Zidane memulai masa jabatannya.
Belgia Unggul Lebih Dulu
Prancis tampil tanpa Kylian Mbappé dan kesulitan menemukan sentuhan akhir pada babak pertama. Ousmane Dembélé, Maghnes Akliouche, Eduardo Camavinga, serta Esteban Lepaul sempat mendapatkan peluang, tetapi belum mampu mengubah keadaan.
Sebaliknya, Belgia mampu memanfaatkan serangan balik pada menit ke-35. Dodi Lukébakio berhasil melepaskan diri dari kawalan pemain belakang Prancis sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang untuk membawa tim tamu unggul 1-0.
Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum. Setelah jeda, Prancis terus meningkatkan tekanan. Lepaul bahkan kembali memperoleh peluang dari jarak dekat, tetapi upayanya masih mampu digagalkan.
Situasi tersebut membuat Zidane kemudian mengandalkan kekuatan dari bangku cadangan. Rayan Cherki dan Michael Olise menjadi dua pemain pertama yang dimasukkan untuk menambah daya serang Prancis.
Pergantian Pemain Mengubah Laga
Tekanan Prancis akhirnya membuahkan hasil setelah Désiré Doué masuk ke lapangan. Pemain tersebut menciptakan ruang di tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang Belgia pada menit ke-77.
Gol itu mengubah jalannya pertandingan. Hanya empat menit berselang, Prancis berbalik unggul. Olise bergerak hingga garis akhir lapangan sebelum mengirimkan umpan tarik yang langsung diselesaikan Rayan Cherki untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Timnas Belgia yang dijuluki De Rode Duivels semakin kesulitan keluar dari tekanan. Pada menit ke-88, Olise ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan umpan tarik dari Doué. Prancis pun semakin menjauh dengan keunggulan 3-1.
Olise kemudian menutup malam gemilangnya pada menit 90+1. Ia menerima umpan Désiré Doué sebelum melepaskan penyelesaian tajam yang kembali menaklukkan pertahanan Belgia. Gol tersebut membuat Prancis unggul 4-1.
Prancis Dominan di Babak Kedua
Prancis sebenarnya sudah menguasai bola, wilayah permainan, dan inisiatif serangan sejak babak kedua dimulai. Namun, dominasi tersebut sempat belum menghasilkan gol karena Belgia mampu bertahan dengan disiplin.
Situasi berubah setelah para pemain pengganti Prancis menemukan momentum. Désiré Doué, Rayan Cherki, dan Michael Olise tampil menentukan dengan menciptakan sejumlah peluang sekaligus mengubah pertandingan yang sebelumnya berjalan sulit.
Prancis menyelesaikan laga dengan 23 tembakan dan mencatatkan total expected goals (xG) sebesar 2,0. Belgia hanya menghasilkan peluang dengan nilai 0,59 xG. Bahkan, xG Belgia pada babak kedua hanya 0,04 setelah tekanan Les Bleus membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.
Zidane melakukan 10 perubahan pada starting XI Prancis. Keputusan tersebut sempat membuat timnya kesulitan menemukan ritme. Namun, kualitas para pemain pengganti akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan.
Kemenangan ini membuat Le Coq (“Ayam Jantan”) masih julukan timnas Prancis semakin percaya diri dalam persaingan Grup A1. Sementara itu, Belgia asuhan Mark van Bommel kini mengoleksi enam poin dari empat pertandingan. (MR-01)






