Skotlandia 1-2 Slovenia: Robertson Kecewa, The Tartan Army Terpuruk di Grup B1 Nations League

Berbicara – Kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson, berbincang dengan pelatih Sébastien Pocognoli di pinggir lapangan saat menghadapi Slovenia pada pertandinan keempat UEFA Nations League 2026/2027 Phase League B Grup B1, di Hampden Park Stadium Glasgow, Rabu (7/10/2026) dini hari WIB. Percakapan keduanya terjadi setelah The Tartan Army gagal mempertahankan keunggulan dan harus menerima kekalahan 1-2 atas Zmajčeki. (Sumber foto: @Record_Sport/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Skotlandia gagal mempertahankan momentum positif, setelah Slovenia membalikkan keadaan dan menang 2-1 pada pertandingan keempat Phase League B Grup B1 UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027, Rabu (7/10/2026) dini hari WIB.

Bermain di Hampden Park Stadium, Glasgow, Skotlandia sempat membuka keunggulan melalui Ryan Christie pada menit ke-31. Namun, Slovenia racikan Boštjan Cesar merespons lewat Aljoša Matko sebelum Danijel Šturm mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-71.

Hasil tersebut membuat penantian Skotlandia untuk meraih kemenangan kandang pertama di bawah Sébastien Pocognoli kembali berlanjut. The Tartan Army juga kini menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan kandang terakhir di semua kompetisi, dengan satu kemenangan.

Skotlandia Kehilangan Kendali

Skotlandia sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Tekanan mereka menghasilkan gol Ryan Christie pada menit ke-31 dan memberikan harapan untuk melanjutkan tren positif setelah kemenangan atas Makedonia Utara pada pertandingan sebelumnya.

Namun, Zmajčeki (“The Dragons”), julukan Timnas Slovenia, perlahan menemukan celah di pertahanan tuan rumah. Tepat sebelum pertandingan memasuki satu jam, Aljoša Matko menerima umpan Danijel Šturm.

Matko kemudian melepaskan tembakan kaki kiri yang melewati jangkauan Angus Gunn. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat Slovenia kembali percaya diri.

Kerja sama Matko dan Šturm kembali menghasilkan ancaman pada menit ke-71. Kali ini, Šturm menyelesaikan peluang dari jarak dekat untuk membawa Slovenia berbalik unggul 2-1.

Gol tersebut membuat suasana Hampden Park Stadium berubah. Para pendukung tuan rumah mulai meluapkan kekecewaan karena Skotlandia gagal merespons kebangkitan Slovenia.

Robertson Kecewa dengan Performa Tim

https://pbs.twimg.com/card_img/2107620295637147648/iv6csVFf?format=png&name=900x900Kecewa – Kapten Skotlandia, Andy Robertson menutup muka dengan kedua tangannya kecewa setelah timnya kalah 1-2 dari Slovenia, di Hampden Park Stadium, Glasgow, Rabu (7/10/2026) dini hari WIB. Kekalahan itu membuat The Tartan Army berada di posisi ketiga Grup B1 UEFA Nations League 2026/2027. (Sumber foto: @beINSPORTS_AUS/X)

Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan bagi Andy Robertson. Pertandingan ini seharusnya menjadi salah satu momen spesial bagi sang kapten setelah ia menerima penghargaan atas penampilan ke-100 bersama Skotlandia.

Pekan lalu, Gordon Strachan, Alex McLeish, dan Steve Clarke menyerahkan sebuah jersey kepada Robertson untuk menandai pencapaian tersebut.

Namun, Robertson mengaku pencapaian pribadi itu tidak mampu mengurangi kekecewaannya setelah Skotlandia gagal meraih hasil positif. “Tidak cukup baik. Seluruh tim di lapangan, saya tidak berpikir itu adalah kinerja yang baik sama sekali”, kata Robertson kepada BBC Scotland, dilansir Mataredaksi.

“Kami tidak melakukan hal-hal baik yang kami lakukan pada hari Sabtu. Saya tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. Mereka menyebabkan kami banyak masalah dan kami harus menemukan alasannya. Saya tidak terlalu peduli dengan pencapaian pribadi”, lanjutnya.

Robertson Hargai Mantan Pelatih

Andy Robertson juga mengapresiasi kehadiran tiga mantan pelatihnya dalam seremoni penghargaan tersebut.

https://pbs.twimg.com/media/HT_DhMPXoAAmdbA?format=jpg&name=smallMerayakan – Penyerang Slovenia, Aljoša Matko (kiri), merayakan gol penyama kedudukan saat menghadapi Skotlandia, di Hampden Park Stadium, Glasgow, Rabu (7/10/2026) dini hari WIB. Gol itu mengubah skor menjadi 1-1, sebelum Zmajčeki memastikan kemenangan 2-1 atas The Tartan Army melalui Danijel Šturm. (Sumber foto: @josejuangelmx/X)

“Sungguh menakjubkan bahwa tiga mantan manajer saya datang. Saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada mereka. Itu adalah sentuhan yang sangat bagus dari semua orang di SFA untuk mengatur itu untuk saya”, ujarnya.

Momen tersebut tetap memiliki arti khusus bagi Robertson meskipun kekalahan dari Slovenia membuat malam peringatannya terasa pahit. Sang kapten memilih menempatkan kepentingan tim di atas pencapaian pribadinya.

Robertson Soroti Mentalitas Skotlandia

Bagi Andy Robertson yang bermain sebagai bek kiri untuk klub Liga Utama Inggris Tottenham Hotspur, pencapaian 100 penampilan tidak menjadi hal utama ketika timnya gagal meraih kemenangan. Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan jauh lebih penting daripada catatan pribadi.

“Momen itu tidak akan pernah diambil dari saya, tetapi pada akhirnya ketika peluit berbunyi, saya tidak peduli apakah itu penampilan pertama saya atau yang ke-101”, kata Robertson.

“Kami ingin melanjutkan apa yang kami lakukan pada hari Sabtu karena kami memiliki perasaan yang sangat positif tentang apa yang kami lakukan dan ke mana kami pergi. Kami tidak melakukan itu”, sambung Andy Robertson.

Robertson Bicara soal Kelelahan

Kapten Skotlandia berusia 32 tahun itu juga menilai kelelahan mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilan tim. Namun, ia tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan.

“Ini adalah kamp yang panjang. Saya tidak tahu apakah itu karena kelelahan, tetapi sejauh yang saya ketahui, Slovenia telah memainkan jumlah pertandingan yang sama dengan kami”, katanya.

“Mereka tampak jauh lebih segar dan lebih lapar. Sebagai Skotlandia, kita mungkin kurang berkualitas atau membuat kesalahan, tetapi orang tidak menerima yang kalah. Saya pikir itulah yang terjadi”, sambungnya.

Skotlandia Tertinggal di Grup B1

Kekalahan tersebut membuat Skotlandia berada di posisi ketiga Grup B1 setelah menjalani empat pertandingan. The Tartan Army tertinggal tiga poin dari Slovenia yang kini berada di atas mereka. Tekanan terhadap Sébastien Pocognoli pun semakin besar.

Pelatih asal Belgia berusia 39 tahun tersebut menjadi manajer Skotlandia keempat yang kehilangan dua pertandingan kandang pertamanya saat menangani tim nasional. Sébastien Pocognoli juga menjadi pelatih pertama sejak Berti Vogts pada Agustus 2002 yang mengalami catatan tersebut.

https://pbs.twimg.com/card_img/2107572235808514048/dv6cCWox?format=jpg&name=smallSelebrasi – Penyerang Slovenia Danijel Šturm (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol yang membawa timnya berbalik unggul 2-1 atas Skotlandia pada Phase League B Grup B1 UEFA Nations League 2026/2027, di Hampden Park Stadium, Glasgow, Rabu (7/10/2026) dini hari WIB. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Zmajčeki. (Sumber foto: @rtvslo/X)

Statistik xG Tak Berpihak

Menariknya, Skotlandia sebenarnya unggul dalam statistik expected goals (xG). Pasukan “Tentara Tartan” mencatatkan total 2,17 xG dari 12 tembakan, sedangkan Slovenia asuhan Boštjan Cesar menghasilkan 1,33 xG dari 10 percobaan.

Namun, kualitas penyelesaian akhir dan efektivitas Slovenia menjadi pembeda. Skotlandia gagal memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan dan akhirnya harus menerima kekalahan di kandang sendiri.

Pocognoli Akui Timnya di Bawah Standar

Sébastien Pocognoli tidak mencoba mencari alasan setelah pertandingan. Sosok yang pernah menjadi pelatih klub Ligue 1 AS Monaco FC itu mengakui Skotlandia memang tidak tampil sesuai standar yang ia harapkan.

“Kami tidak pantas mendapatkan kemenangan, itulah kenyataannya. Kami tidak memberikan permainan yang hebat. Saat menguasai bola maupun tanpa bola, kami berada di bawah level yang kami harapkan”, ujar Pocognoli.

“Kami tidak cukup proaktif, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Mungkin struktur tanpa bola harus lebih proaktif, dengan keberanian untuk mendorong garis pertahanan lebih tinggi”, tambahnya.

Pocognoli Soroti Duel dan Organisasi

Pocognoli juga menyoroti pengambilan keputusan para pemainnya ketika menguasai bola. “Dengan bola, kami tidak cukup pintar. Kami jauh dari cukup kuat dalam duel”, katanya.

Menurut Pocognoli, Skotlandia masih harus menjalani proses untuk menemukan bentuk permainan yang diinginkan. Ia meminta timnya belajar dari kekalahan tersebut dan memperbaiki penampilan pada pertandingan berikutnya.

“Ini adalah proses tentang menjadi berani dan mencoba bertahan, tetapi kami tidak kompak dalam bentuk pertahanan kami”, ujar Pocognoli.

“Setiap pertandingan memberikan informasi kepada kami. Kami akan mencoba menjalani proses yang kami inginkan, belajar dari pertandingan ini, kemudian tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya”, ungkapnya.

Skotlandia Segera Hadapi Makedonia Utara

Skotlandia akan kembali menjalani pertandingan UEFA Nations League pada 13 November 2026. The Tartan Army mendapat kesempatan bermain di kandang untuk menghadapi Makedonia Utara.

Tiga hari kemudian, mereka akan bertandang menghadapi Swiss yang saat ini memimpin Grup B1. Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Pocognoli dan anak asuhnya untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus menjawab kritik setelah kekalahan dari Slovenia. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *