Kontes Sapi Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bogor Terbesar, Peternak Jawa Barat Mulai Mendominasi

Bupati Bersama Peternak – Bupati Bogor Rudy Susmanto berbincang dengan para peternak saat menghadiri Kontes Sapi Skala Nasional Piala Presiden RI 2026, di Lapangan Panahan Kompleks Gelora Pakansari Stadium, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026). Festival yang digelar APPSI tersebut menjadi ajang berskala nasional sekaligus mencatat tingginya partisipasi peternak Jawa Barat. (Foto: Adi Sitorus/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Kontes Sapi Skala Nasional Piala Presiden Republik Indonesia 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menarik perhatian para peternak dari berbagai daerah.

Ajang tersebut berlangsung di Lapangan Panahan Kompleks Gelora Pakansari Stadium, Jalan Raden Ipik Gandamana, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada 3-4 Oktober 2026.

Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) mencatat penyelenggaraan ini sebagai kontes sapi terbesar yang pernah mereka gelar. Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina APPSI, Ahmad Muzani, hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia datang bersama Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Mulyadi, Ketua APPSI Pusat H. Dadang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade “Jaro” Ruhendi, Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rochmat Jatnika.

Kemudian, anggota DPRD yang juga Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, serta unsur pimpinan dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI.

Kontes Sapi Terbesar APPSI

Ahmad Muzani menyebut Kontes Sapi Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bogor mencatat jumlah peserta terbanyak dibandingkan kontes APPSI sebelumnya. Ia juga mengapresiasi kerja panitia yang mampu menggelar kegiatan secara rapi.

“Konteks besar dalam arti itu adalah jumlah pesertanya paling banyak, kemudian yang kedua penyelenggaraannya sangat rapi dan bagus”, kata Ahmad Muzani.

“Dan kami mengucapkan terima kasih kepada panitia lokal dan tentu saja kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor yang dalam hal ini telah memfasilitasi tempat pelaksanaan kontes Sapi Piala Presiden 2026”, lanjutnya.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu juga menyebut kontes sapi di Bogor mencatat sejumlah capaian menarik. Salah satunya berkaitan dengan bobot sapi yang berpotensi menembus rekor baru.

Bidik Bobot Sapi 1.500 Kilogram

Ahmad Muzani menjelaskan, kontes sapi terakhir di Wonosobo, Jawa Tengah, mencatat sapi terberat dari kelas Extreme dengan bobot 1.405 kilogram. Menurut dia, capaian tersebut menjadi salah satu bobot sapi terbesar di Indonesia.

“Jadi kalau sudah mencapai 1.400, berarti itu tercatat sebagai salah satu sapi terberat di dunia. Karena sapi terberat di dunia itu adalah bobot 1.500 sampai 1.400, kita sudah menembus 1.400, berarti sudah mencapai sapi terberat di dunia”, terang Ahmad Muzani.

Ia berharap, peserta kontes di Kabupaten Bogor mampu menghadirkan sapi dengan bobot lebih besar. Bahkan, Muzani menargetkan capaian hingga 1.500 kilogram. “Kita berharapan di Bogor ini bisa menembus 1.405, syukur-syukur 1.500. Kalau 1.500 kita pastikan ini adalah sapi terberat di dunia”, ungkap Muzani.

Peternak Perkuat Swasembada Daging

Selain menyoroti bobot sapi, Ahmad Muzani mengapresiasi partisipasi para peternak dari berbagai daerah. Menurut dia, peternak di tingkat kampung hingga peternakan skala besar ikut mendukung program pemerintah untuk mendorong swasembada daging.

Muzani menilai kreativitas peternak dalam mengembangkan sapi unggul turut memperkuat upaya tersebut. Para peternak melakukan persilangan berbagai jenis sapi untuk menghasilkan ternak dengan karakteristik yang lebih baik.

“Setelah ini APPSI akan berkonsentrasi kepada upaya untuk melakukan swasembada susu. Karena ini sangat penting. Setelah daging—kenapa daging? Karena para peternak secara suka dan rela melakukan crossing atau persilangan terhadap berbagai jenis sapi unggul”, tambah Ahmad Muzani.

Ia mencontohkan persilangan sapi PO atau Sapi Peranakan Ongole dengan Brahman, Limousin, hingga Simmental sebagai bagian dari perkembangan model peternakan yang berlangsung di tingkat peternak.

Kontes Dorong Kreativitas Peternak

Ahmad Muzani mengatakan pemerintah juga mendorong para peternak di berbagai daerah untuk melakukan persilangan. Menurut dia, kontes sapi menjadi salah satu sarana untuk memotivasi peternak agar terus mengembangkan kreativitas dalam beternak.

Ia menyebut sejumlah daerah yang pernah menggelar kontes sapi, antara lain Bogor, Jember, Wonosobo, Solo, dan Lampung. Menurut Muzani, berbagai ajang tersebut dapat mendorong peternak menghasilkan sapi dengan kualitas yang semakin baik.

“Sebab semakin modern, karena ternyata beternak sapi itu menyenangkan, menggembirakan, menguntungkan, dan memberi harapan terhadap masa depan”, ujarnya.

Peternak Jawa Barat Mulai Dominan

Kontes Sapi Piala Presiden 2026 di Bogor juga mencatat peningkatan partisipasi peternak Jawa Barat. Dari lebih dari 250 peserta, lebih dari 100 peserta berasal dari peternak Jawa Barat.

Ahmad Muzani menilai jumlah tersebut menjadi perkembangan baru karena kontes sapi sebelumnya lebih banyak menghadirkan peternak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Dan ini adalah prestasi baru, karena selama ini didominasi oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tapi ini adalah prestasi baru Jawa Barat mendominasi jumlah peternak yang makin banyak”, kata Ahmad Muzani.

Bogor Punya Potensi Peternakan

Menurut Ahmad Muzani, meningkatnya jumlah peternak Jawa Barat juga berkaitan dengan potensi pasar sapi kelas berat. Ia menyebut kebutuhan sapi pada momentum Idul Adha turut membuka peluang bagi peternak Jawa Barat.

“Kenapa? Untuk dicatat, bahwa konsumen di bulan Haji untuk sapi-sapi kelas berat mayoritas dari Jawa Barat. Sehingga Jawa Barat ingin mengambil pasar itu, dan itu saya kira bagus sehingga ada persaingan sehat di antara para peternak”, jelasnya.

Muzani juga menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi untuk menjadi salah satu daerah yang mendominasi perkembangan peternakan sapi di Jawa Barat. Ia menyoroti dukungan alam dan ketersediaan pakan di wilayah tersebut.

“Kalau Jawa Barat, saya kira yang mendominasi saya kira Bogor. Jumlahnya Bogor harus dihitung lagi, tapi Bogor saya kira mendominasi karena alamnya yang mendukung, pakannya juga mendukung. Kira-kira itu”, pungkas Ahmad Muzani. (MR-06)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *