Chivu Sebut Hanya Inter yang Bisa Bangkit Dua Kali dari Ketertinggalan Lawan Como

Memberi ciuman – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan gestur ciuman saat merayakan kemenangan dramatis atas Como 1907 pada semifinal Coppa Italia 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Nerazzurri bangkit dari ketertinggalan dua gol sebelum akhirnya menang 3-2 dan melaju ke partai final. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memuji mental juang timnya setelah kembali bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Como 1907 dengan skor 3-2 pada semifinal Coppa Italia 2025/2026, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.

Menurut Chivu, hanya “Pazza Inter” yang mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-2 dari lawan yang sama dua kali dalam rentang 10 hari.

Inter kembali menunjukkan mental kuat setelah sempat tertinggal lewat gol Martin Baturina dan Lucas Da Cunha. Namun, dua gol Hakan Çalhanoğlu dan satu gol Petar Sučić membawa Nerazzurri berbalik menang 3-2 dan lolos ke final Coppa Italia.

Sebelumnya, Inter juga melakukan comeback serupa saat menghadapi Como di Serie A pada 12 April lalu, ketika menang dramatis 4-3 setelah tertinggal dua gol.

Chivu Puji Peran Pemain Pengganti

Chivu memuji peran pemain pengganti dalam kemenangan dramatis Inter atas Como. Menurut dia, para pemain yang masuk dari bangku cadangan langsung memahami situasi pertandingan dan memberi pengaruh besar bagi tim.

“Kami memiliki skuad yang tampil konsisten sejak awal musim. Saat tim membutuhkan, para pemain menunjukkan kualitas mereka”, kata Chivu.

Ia menyoroti penampilan Andy Diouf, Petar Sučić, dan Pio Esposito yang tampil berani dan membantu Inter membalikkan keadaan.

Chivu menilai kesiapan semua pemain menjadi kekuatan utama Inter sepanjang musim ini. “Mereka bermain dengan keberanian dan tahu apa yang harus dilakukan. Semua pemain ingin tim ini terus bersaing sampai akhir musim”, ujarnya.

Inter Terus Kejar Dua Gelar

Kemenangan atas Como membawa Inter ke final Coppa Italia dan menjaga peluang meraih dua trofi musim ini. Inter kini memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 12 poin. Di Coppa Italia, mereka menunggu pemenang laga Lazio melawan Atalanta.

Chivu menegaskan timnya meraih posisi ini berkat kerja keras seluruh pemain sepanjang musim. “Kami bekerja keras untuk mencapai posisi ini. Sekarang kami punya peluang untuk mengejar dua target besar musim ini”, katanya. Ia memastikan Inter akan terus berjuang untuk meraih gelar Serie A dan Coppa Italia.

Mental Juara Jadi Modal Inter

Chivu menilai keberhasilan bangkit dari ketertinggalan dua gol dua kali melawan Como menunjukkan kuatnya mental Inter. Julukan “Pazza Inter” menggambarkan semangat juang dan karakter kuat Inter dalam situasi sulit.

Menurut dia, para pemain tetap tenang dan percaya diri meski menghadapi tekanan besar. “Kami tahu Como adalah tim yang kuat, tetapi para pemain menunjukkan semangat besar untuk memenangkan pertandingan ini”, ujar Chivu.

Ia menyebut hanya Inter yang mampu melakukan comeback seperti itu dalam waktu singkat. “Membalikkan ketertinggalan 0-2 melawan Como dua kali dalam 10 hari hanya bisa dilakukan oleh Pazza Inter”, tegasnya.

Chivu Fokus Bawa Inter Raih Target

Banyak pihak mulai membandingkan Chivu dengan Jose Mourinho, pelatih yang membawa Inter meraih treble pada 2010. Namun Chivu memilih fokus pada tugasnya bersama tim saat ini.

Ia menegaskan tugas utamanya adalah membantu para pemain mencapai target klub musim ini. “Saya hanya Cristian. Tugas saya membantu para pemain dan memberikan yang terbaik untuk klub”, ujarnya.

Mantan bek Inter itu mengatakan seluruh pemain fokus menutup musim dengan hasil terbaik. Menurut dia, skuad Inter memahami target klub dan siap berjuang untuk meraih gelar.

Jika mampu menjaga konsistensi, Inter berpeluang menutup musim dengan dua trofi dan kembali mencatat prestasi besar di kompetisi domestik. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *