Mataredaksi.com, BOGOR – Club Atlético de Madrid meraih kemenangan pertamanya pada pertandingan kedua League Phase Liga Champions UEFA 2026/2027 setelah menundukkan Manchester United 2-0 di Riyadh Air Metropolitano Stadium.
Gol cepat Pablo Barrios dan penyelesaian Ademola Lookman memastikan Los Colchoneros menambah tekanan terhadap Michael Carrick, yang masih berusaha membangkitkan performa Setan Merah.
Barrios membuka keunggulan Atlético ketika pertandingan baru berjalan 47 detik. Sementara itu, Lookman menggandakan skor pada babak kedua setelah Manchester United harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Leny Yoro pada menit ke-74.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Atlético untuk memperbaiki posisi mereka di kompetisi elite Eropa. Sebaliknya, Manchester United kembali gagal meraih hasil yang mampu meredakan tekanan terhadap Carrick setelah sebelumnya bermain imbang melawan Tottenham Hotspur.
Pablo Barrios Bawa Atlético Unggul dalam 47 Detik
Atlético Madrid langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal. Alejandro “Álex” Baena mengirimkan bola kepada Pablo Barrios, yang kemudian melepaskan tembakan rendah ke arah gawang. Bola membentur Ayden Heaven sebelum mengecoh Senne Lammens dan masuk ke gawang Manchester United.
Gol tersebut menjadi salah satu gol tercepat Atlético dalam sejarah partisipasi mereka di Liga Champions. Dalam kompetisi yang sama, mereka pernah mencetak gol lebih cepat melalui Conor Gallagher ketika menghadapi Real Madrid pada Maret 2025, yakni pada detik ke-27.
Manchester United berusaha merespons melalui Bryan Mbeumo. Ia memperoleh dua peluang pada babak pertama, tetapi tembakan rendahnya berhasil diblok. Pada kesempatan berikutnya, Jan Oblak membaca arah bola dengan baik dan mengamankan upaya Mbeumo dari jarak dekat.
Atlético kembali menekan melalui tendangan bebas Alejandro “Álex” Grimaldo dari jarak sekitar 20 yard. Sepakan melengkungnya mengarah ke sudut gawang, tetapi bola membentur bingkai gawang sehingga tuan rumah belum mampu menambah keunggulan.
Gol Kedua Johnny Cardoso Dianulir VAR
Atlético sempat mengira mereka berhasil menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Barrios mengirimkan bola kepada Johnny Cardoso, yang kemudian menyelesaikannya menjadi gol. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR).
Peninjauan memperlihatkan adanya handball oleh Marcos Llorente dalam rangkaian serangan sebelum Cardoso mencetak gol. Keputusan tersebut membuat Atlético memasuki babak kedua dengan keunggulan tipis 1-0.
Manchester United masih berusaha mencari gol penyama kedudukan setelah jeda. Bruno Fernandes melepaskan tembakan yang melebar, kemudian mengarahkan upaya lainnya melewati mistar gawang.
Di sisi lain, Julián Álvarez hampir memperbesar keunggulan Atlético pada menit ke-54, tetapi tembakannya hanya membentur tiang ketika Lammens sudah tak mampu menjangkaunya.
Peluang-peluang itu menunjukkan bahwa kedua tim masih memiliki kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan. Namun, Atlético tetap menjaga tekanan, sementara Manchester United kesulitan mengonversi peluang menjadi gol.
Kartu Merah Leny Yoro Ubah Jalannya Pertandingan
Peluang Manchester United untuk mengejar ketertinggalan semakin berat ketika Yoro menerima kartu merah pada menit ke-74. Bek muda tersebut diusir setelah peninjauan VAR menilai tindakannya telah menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas bagi Jonathan David.
Sebelum keputusan itu keluar, David sempat dijatuhi hukuman handball dalam rangkaian serangan yang berujung pada peluang Lookman. Namun, tinjauan VAR mengubah situasi dan membuat Manchester United harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Atlético segera memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Lima menit setelah Yoro diusir, Álex Grimaldo bergerak maju dan mengirimkan bola kepada David. Lammens mampu menggagalkan penyelesaian David, tetapi Lookman bereaksi paling cepat untuk menyambar bola muntah dan mengubah skor menjadi 2-0.
Gol tersebut memastikan Atlético memiliki keunggulan yang lebih aman. Lookman juga kembali memberikan dampak sebagai pemain pengganti. Dalam enam penampilan di Liga Champions UEFA sebagai pemain pengganti, ia telah terlibat dalam empat gol, terdiri atas tiga gol dan satu assist.
Jan Oblak Gagalkan Peluang Manchester United
Manchester United masih berusaha mencetak gol hiburan menjelang pertandingan berakhir. Kesempatan datang melalui Matheus Cunha setelah Atlético melakukan sapuan yang tidak sempurna. Joshua Zirkzee kemudian mengarahkan bola kepadanya, tetapi Oblak menggagalkan upaya Cunha dengan kaki terentang.
Cunha pernah memperkuat Atlético sebelum melanjutkan kariernya di klub lain. Namun, pada pertandingan ini, ia gagal menaklukkan Oblak dan membawa Manchester United memperkecil ketertinggalan.
Atlético akhirnya menjaga keunggulan 2-0 hingga peluit akhir. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan positif mereka ketika menghadapi Manchester United. Dalam lima pertemuan kedua tim, Atlético belum pernah menelan kekalahan, dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Statistik Memperlihatkan Duel Berjalan Ketat
Meski Atlético Madrid mengamankan kemenangan dua gol tanpa balas, statistik memperlihatkan bahwa pertandingan berlangsung cukup seimbang. Atlético melepaskan 11 tembakan dengan nilai expected goals (xG) sebesar 1,42. Lima tembakan mereka mengarah ke gawang.
Manchester United mencatatkan sembilan percobaan dengan nilai xG sebesar 0,98 dan empat tembakan tepat sasaran. Perbedaan efektivitas penyelesaian peluang menjadi salah satu faktor yang membedakan hasil akhir kedua tim.
Atlético juga meraih catatan nirbobol yang berharga. Itu merupakan clean sheet kedua mereka dalam 16 pertandingan kandang terakhir di Liga Champions UEFA. Sementara itu, Manchester United kembali harus mengevaluasi pertahanan setelah kebobolan pada menit pertama.
Tekanan terhadap Michael Carrick Bertambah
Kekalahan di Madrid, Spanyol, menambah tekanan terhadap Michael Carrick. Sebelumnya, Manchester United hanya bermain imbang melawan Tottenham Hotspur yang tampil dengan 10 pemain pada akhir pekan.
Hasil tersebut membuat Manchester United kembali kehilangan kesempatan untuk membangun kepercayaan diri melalui kemenangan. Carrick kini perlu mencari solusi agar timnya mampu tampil lebih konsisten.
Kekalahan di Madrid, Spanyol, memperlihatkan bahwa Manchester United masih harus memperbaiki koordinasi pertahanan dan efektivitas serangan ketika menghadapi lawan yang mampu memanfaatkan peluang sejak awal.
Atlético Madrid Tampil Efektif
Atlético Madrid, yang dikenal dengan julukan Los Rojiblancos (“Si Merah-Putih”), langsung memanfaatkan peluang sejak awal pertandingan. Pablo Barrios membuka keunggulan pada detik ke-47, sedangkan Ademola Lookman menggandakan skor setelah Leny Yoro menerima kartu merah pada menit ke-74.
Sebaliknya, Manchester United yang berjuluk The Red Devils (“Setan Merah”) gagal memaksimalkan peluang untuk mengejar ketertinggalan. Jan Oblak juga tampil sigap ketika menghadapi ancaman pada babak kedua, termasuk peluang Matheus Cunha menjelang akhir pertandingan.
Efektivitas serangan dan kemampuan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menjadi faktor penting di balik kemenangan Atlético. Tim tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir tanpa memberi Manchester United kesempatan untuk memperkecil skor.
Manchester United Perlu Berbenah
Kemenangan 2-0 ini memberi Atlético Madrid dorongan penting dalam perjalanan mereka di League Phase Liga Champions 2026/2027. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan mereka memaksimalkan peluang dan menjaga keunggulan dalam pertandingan penting.
Sementara itu, Manchester United perlu membenahi koordinasi lini pertahanan dan penyelesaian akhir. Carrick juga menghadapi tantangan untuk memulihkan kepercayaan diri tim agar mereka mampu meraih hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya. (MR-02)






