Italia Hancurkan Turki 4-1, Tiga Gol Cepat Antar Mancini Raih Kemenangan Perdana

Meluapkan Kegembiraan – Penyerang timnas Italia, Francesco Pio Esposito, meluapkan kegembiraan setelah mencetak gol saat menghadapi Turki pada laga kedua Phase League A Grup A1 UEFA Nations League 2026/2027, di Atatürk Spor Kompleksi Matlı Stadyumu, Bursa, Selasa (29/9/2026) dini hari WIB. Kemenangan meyakinkan dengan skor 4-1 atas Ay-Yıldızlılar menjadi fondasi Gli Azzurri melanjutkan kampanye Liga Bangsa-Bangsa UEFA edisi kelima tersebut. (Sumber foto: @Azzurri_En/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Italia melanjutkan perjalanan mereka di UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan.

Tiga gol dalam 27 menit pertama menjadi fondasi penting bagi Gli Azzurri untuk menundukkan Turki 4-1 pada laga kedua Phase League A Grup A1, di Atatürk Spor Kompleksi Matlı Stadyumu, Bursa, Senin malam waktu setempat atau Selasa (29/9/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Roberto Mancini sejak kembali menangani timnas Italia. Gli Azzurri langsung mengamankan tiga poin setelah melewati dua pertandingan awal Grup A1.

Alessandro Bastoni (9′), Davide Frattesi (22′), dan Michael Kayode (27′) membawa Italia unggul tiga gol sebelum pertandingan memasuki menit ke-30.

Turki racikan Vincenzo Montella sempat membuka harapan melalui Barış Alper Yılmaz pada awal babak kedua (47′), tetapi Francesco Pio Esposito segera memulihkan keunggulan tiga gol Italia.

Bastoni Buka Keunggulan Italia

Italia memperoleh awal ideal ketika Alessandro Bastoni mencetak gol pada menit kesembilan. Zeki Çelik gagal mengantisipasi tendangan sudut datar dari sisi kiri dengan baik.

Bek Inter Milan tersebut kemudian memenangkan duel melawan Salih Özcan sebelum menyambar bola dan mengarahkannya ke bagian atas gawang.

Italia semakin percaya diri setelah itu. Serangan mengalir di sekitar tepi kotak penalti Turki dan berakhir dengan tembakan Kayode yang masih mampu ditepis Altay Bayındır. Namun, Davide Frattesi bergerak paling cepat untuk menyambar bola muntah. Pada menit ke-22, ia membawa Italia unggul 2-0.

Lima menit kemudian, Italia kembali menemukan celah. Kerja sama Giacomo Raspadori dan Francesco Pio Esposito menghasilkan peluang bagi Michael Kayode.

Esposito kemudian menggeser bola kepada Kayode yang dengan tenang menyelesaikan peluang dari dalam kotak penalti. Gol pada menit ke-27 itu sekaligus menandai debut internasional Kayode yang langsung dihiasi gol.

Raspadori dan Sebastiano Esposito kemudian masih sempat melepaskan tembakan yang belum tepat sasaran. Italia menutup babak pertama dengan keunggulan telak, sementara para pemain Turki meninggalkan lapangan diiringi sorakan kecewa dari pendukung tuan rumah.

Turki Sempat Bangkit Setelah Jeda

Tim tuan rumah yang dijuluki Ay-Yıldızlılar (“Bintang Bulan Sabit”) mencoba mengubah keadaan setelah turun minum. Hanya 76 detik setelah babak kedua dimulai, Barış Alper Yılmaz memperkecil ketertinggalan.

Gelandang sayap untuk klub Süper Lig Galatasaray Spor Kulübü tersebut memanfaatkan umpan silang Oğuz Aydın dan mengarahkan bola melewati Gianluigi Donnarumma.

Penjaga gawang untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester City tersebut berada di luar posisinya setelah keluar dari gawang untuk mencoba mengamankan bola panjang.

Harapan pasukan “Bintang Bulan Sabit” untuk melakukan comeback kembali muncul. Namun, kesalahan Altay Bayındır justru memberi Italia kesempatan memperlebar keunggulan.

Pemain Italia merebut umpan kiper Turki tersebut dan menciptakan peluang bagi Sandro Tonali. Tembakannya mengenai tiang kanan, tetapi Francesco Pio Esposito berada di posisi tepat untuk menyundul bola pantul menjadi gol keempat Italia pada menit ke-50.

Italia Bertahan dari Tekanan Turki

Turki tidak berhenti menyerang setelah gol tersebut. Tembakan Barış Yılmaz bahkan sempat mengenai mistar gawang. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Arda Güler lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Oğuz Aydın kemudian kembali mencoba mengancam Donnarumma dari sudut sempit, tetapi usahanya belum membuahkan hasil. Kerem Aktürkoğlu juga memiliki peluang bagus, tetapi tembakannya melebar dari sasaran.

Sementara itu, Eren Elmalı gagal menyambut umpan silang İsmail Yüksek di depan gawang Italia. Italia akhirnya mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang kemenangan 4-1.

Gli Azzurri Menjawab Prediksi Montella

Sebelum pertandingan, pelatih Turki Vincenzo Montella menyatakan keyakinannya bahwa timnya mampu mengalahkan Italia. Namun, harapan tersebut runtuh sebelum pertandingan memasuki setengah jam pertama.

Italia mencetak tiga gol dalam 30 menit pertama untuk pertama kalinya sejak menghadapi Lithuania pada kualifikasi Piala Dunia September 2021. Saat itu, Moise Kean, gol bunuh diri Edgaras Utkus, dan Giacomo Raspadori menjadi pencetak gol Italia.

Kemenangan atas Turki juga menandai pertama kalinya Italia mencetak empat gol dalam satu pertandingan UEFA Nations League sejak mengalahkan Israel 4-1 pada Oktober 2024.

Dominasi Italia juga terlihat dari statistik. Gli Azzurri menghasilkan 2,39 expected goals (xG) dari 14 tembakan, sedangkan Turki mencatat 1,86 xG dari 15 percobaan. Meski demikian, Turki justru unggul dalam perolehan xG pada babak kedua dengan 1,77 berbanding 0,76.

Pertandingan ini juga menghadirkan momen istimewa bagi Francesco Pio dan Sebastiano Esposito. Keduanya menjadi pasangan saudara keempat yang tampil dalam pertandingan yang sama untuk Italia.

Sebelumnya, Filippo dan Simone Inzaghi dua kali tampil bersama pada 2000. Kemudian Aldo Serena dan Luigi Cevenini tercatat sekali pada 1915, sedangkan Giuseppe Milano dan Felice Milano tiga kali bermain bersama dalam periode 1912 hingga 1913.

Bagi Roberto Mancini, kemenangan 4-1 tersebut menjadi awal penting dalam periode keduanya bersama Italia sekaligus membawa Gli Azzurri mengoleksi tiga poin setelah dua pertandingan di Grup A1. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *