Skotlandia 0-3 Swiss: John McGinn Sebut Kekalahan di Hampden Park sebagai Kemunduran Besar

Beri Aplaus – Kapten timnas Skotlandia, John McGinn memberi aplaus kepada penonton setelah timnya kalah 0-3 dari Swiss pada UEFA Nations League 2026/2027 Phase League B Grup B1, di Stadion Hampden Park, Glasgow, Rabu (30/9/2026) dini hari WIB. Kekalahan telak dengan skor 0-3 atas La Nati tersebut menjadi kemunduran bagi The Tartan Army (Sumber foto: @Skotlandia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Skotlandia mendapat pukulan berat dalam perjalanan mereka di UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Stadion Hampden Park, Glasgow, Skotlandia harus mengakui keunggulan Swiss dengan skor 0-3 pada Phase League B Grup B1, Rabu (30/9/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut semakin menyakitkan karena The Tartan Army harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-11. Jack Hendry menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain terakhir Swiss.

Situasi itu membuat pertandingan kandang pertama Sébastien Pocognoli sebagai pelatih Skotlandia berubah menjadi malam yang sulit. Setelah dua pertandingan, Pocognoli belum mampu membawa timnya meraih kemenangan.

John McGinn mengakui hasil tersebut menjadi kemunduran besar bagi Skotlandia. Namun, gelandang berusia 31 tahun itu meminta rekan-rekannya mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut karena mereka sedang memasuki fase baru bersama Pocognoli.

Kartu Merah Hendry Mengubah Pertandingan

Skotlandia sebenarnya berharap memanfaatkan laga kandang untuk mendapatkan hasil positif. Namun, rencana tersebut berantakan ketika pertandingan baru berjalan 11 menit.

Hendry menerima kartu merah langsung setelah wasit menilai pelanggarannya terjadi dalam situasi sebagai pemain terakhir. Skotlandia pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Schweizer Nati, julukan Timnas Swiss, segera memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Ricardo Rodríguez kemudian mencetak gol melalui tendangan bebas yang muncul setelah pelanggaran tersebut.

Skotlandia semakin kesulitan mengembangkan permainan. Skuad asuhan Sébastien Pocognoli harus bertahan lebih dalam sambil berusaha menghindari tekanan Swiss.

Setelah turun minum, Manuel Akanji dan kawan-kawan menambah dua gol melalui Nico Elvedi dan Zeki Amdouni. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Pocognoli Belum Raih Kemenangan

Hasil tersebut membuat Sébastien Pocognoli mencatat satu hasil imbang dan satu kekalahan dalam dua pertandingan pertamanya sebagai pelatih Skotlandia.

Catatan itu juga membuatnya menjadi manajer Skotlandia pertama yang gagal memenangkan dua pertandingan pertamanya sejak George Burley pada Mei 2008. Saat itu, Burley mencatat satu hasil imbang dan satu kekalahan dalam dua laga awalnya.

Bagi Skotlandia di bawah asuhan Sébastien Pocognoli, masalah juga terlihat dari produktivitas mereka. Andrew Henry Robertson dan kawan-kawan hanya melepaskan dua tembakan sepanjang pertandingan dan tidak menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Skotlandia terakhir kali gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran dalam pertandingan kandang ketika menghadapi Inggris pada September 2023.

Lebih buruk lagi, Skotlandia gagal mencetak gol dalam empat pertandingan berturut-turut. Ini menjadi kali pertama mereka mengalami catatan tersebut sejak 1971.

Rekor Buruk Berlanjut di Hampden Park

Pertahanan The Tartan Army, julukan Timnas Skotlandia, juga belum mampu memberikan rasa aman di kandang. Kekalahan dari Swiss membuat mereka menjalani delapan pertandingan kandang tanpa clean sheet.

Catatan tersebut menjadi rangkaian terburuk mereka sejak periode Oktober 2001 hingga September 2003. Saat itu, Skotlandia gagal menjaga gawang tetap bersih dalam 10 pertandingan kandang berturut-turut.

Rangkaian statistik tersebut menambah tekanan terhadap Pocognoli yang baru memulai tugasnya. Meski begitu, McGinn meminta para pemain tidak hanya melihat hasil akhir. Menurutnya, Skotlandia sedang belajar memainkan pendekatan yang berbeda dalam fase baru di bawah Pocognoli.

McGinn Sebut Kekalahan sebagai Kemunduran Besar

McGinn berbicara setelah pertandingan dan mengakui Skotlandia seharusnya mampu tampil lebih baik. “Kami bisa melakukan yang lebih baik, tetapi kami memulai babak baru, belajar bermain dengan cara yang berbeda. Itu adalah kemunduran besar bagi kami”, kata McGinn kepada BBC Scotland dilansir Mataredaksi.

Pemain Aston Villa tersebut menilai kekalahan itu tetap memberikan pelajaran bagi Skotlandia. “Kami harus banyak belajar, tetapi banyak yang harus diambil darinya juga”, lanjutnya.

McGinn juga memberikan apresiasi kepada Oli McBurnie yang tetap bekerja keras meski Skotlandia berada dalam situasi sulit. “Saya pikir Oli McBurnie luar biasa. Dia memiliki banyak kritik di kaus Skotlandia, tetapi pertandingan ini adalah tugas tanpa pamrih dan dia memberikan segalanya untuk kami”, ujar McGinn.

McGinn Minta Skotlandia Segera Bangkit

McGinn mencatat penampilan ke-91 bersama Skotlandia dalam pertandingan tersebut. Jumlah itu membuatnya menyamai Jim Leighton di posisi ketiga dalam daftar pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk tim nasional Skotlandia.

Pengalaman tersebut membuat McGinn memahami pentingnya menjaga mental tim setelah mengalami kekalahan berat. Menurutnya, bermain dengan 10 pemain menjadi ujian karakter bagi Skotlandia.

Ia meminta seluruh pemain mengambil pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran. “Menuju 10 orang, ini adalah ujian karakter; Anda harus menggali. Ini adalah kurva belajar yang sangat besar bagi kami”, kata McGinn.

Ia kemudian menegaskan target Skotlandia pada pertandingan berikutnya. “Ketika kami memainkannya, kami harus menang sekarang”, ujarnya.

Makedonia Utara Jadi Tantangan Berikutnya

Skotlandia tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan dari Swiss. Mereka akan menghadapi Makedonia Utara pada Sabtu dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027.

Hasil buruk di dua pertandingan awal membuat perhatian mulai tertuju kepada Pocognoli. Sang pelatih belum meraih kemenangan sejak memulai tugasnya bersama Skotlandia.

Di tengah tekanan tersebut, McGinn dan rekan-rekannya harus segera memperbaiki permainan. Kekalahan 0-3 dari Swiss sekaligus menjadi pengingat bahwa fase baru yang mereka jalani membutuhkan respons cepat di pertandingan berikutnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *