Mataredaksi.com, COMO – Klub milik Grup Djarum, konglomerat Indonesia, Como 1907 sukses menutup turnamen pramusim Como Cup 2025 dengan manis.
Bermain di kandang sendiri, tim asuhan Cesc Fàbregas mengangkat trofi juara setelah menaklukkan raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, dengan skor telak 3-0. Laga final edisi perdana Como Cup itu digelar, di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, pada Senin (28/7/2025) dini hari WIB.
Como menunjukkan dominasi sepanjang pertandingan dan memastikan kemenangan lewat gol-gol dari Nicolás Paz Martínez (27′-Penalti), Martin Baturina (46′), dan Anastasios Douvikas (64′-Penalti).
Turnamen ini sendiri berlangsung sejak 23 hingga 27 Juli, diikuti oleh empat tim undangan: Como (Italia), Celtic (Skotlandia), Al Ahli (Arab Saudi), dan Ajax (Belanda). ‘I Lariani’ julukan Como 1907 lolos ke final, setelah mengalahkan Al Ahli Saudi FC, 3-1 di semifinal.
Usai pertandingan, Pelatih Como 1907, Cesc Fàbregas mengungkapkan kepuasannya terhadap performa tim, meski mengakui masih ada ruang untuk perbaikan.
“Pertandingan yang bagus. Kami bermain baik, meski bukan laga sempurna. Levelnya tinggi juga karena Ajax, yang punya filosofi bermain mirip dengan kami”, ujar Cesc Fàbregas kepada Tuttomercatoweb.
Fabregas, yang pernah membela Arsenal FC , Barcelona FC, dan Chelsea FC, menekankan pentingnya menjaga identitas permainan meski dalam tekanan.
“Saya selalu bilang: ‘Kalau harus kalah, ya kalah seperti ini’. Setidaknya kalah dengan identitas dan kekuatan sendiri. Tapi hari ini kami menang dan saya puas”, lanjut Cesc Fàbregas.
Ia juga menyoroti aspek mentalitas dan konsistensi yang masih harus ditingkatkan seiring mendekatnya musim baru Serie B 2025/2026.
Dalam laga final, Como 1907 tampil impresif dengan skema dua penyerang, disokong oleh lini kedua yang kreatif. Duet Martin Baturina dan Nico Paz menjadi roh permainan, sementara Ajax kesulitan membongkar pertahanan Como yang tampil solid.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian sepanjang turnamen adalah Jayden Addai, winger muda berusia 19 tahun. Fabregas memberikan pujian khusus untuknya.
“Kami sudah memantau Addai sejak musim lalu. Ada staf kami yang dulu bekerja di AZ Alkmaar dan mengenalnya sejak kecil. Potensinya luar biasa”
Addai baru saja pulih dari cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen enam pekan. Meski belum 100 persen fit, Fabregas menilai sang pemain punya rasa lapar dan ruang besar untuk berkembang.
“Saat latihan pertama dia kesulitan, tapi itu wajar. Dia masih sangat muda. Kami akan memberinya menit bermain agar bisa menunjukkan kemampuannya”, tambah Cesc Fàbregas.
Tim tuan rumah langsung mengambil kendali sejak awal laga final Como Cup 2025. Tekanan mereka membuahkan hasil di menit ke-26, setelah Jayden Addai dijatuhkan Lucas Rosa di kotak terlarang.
Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, dan Nicolás Paz Martínez sukses mengeksekusi penalti dengan tenang melewati kiper veteran Ajax, Remko Pasveer.
Ajax merespons dengan melakukan enam pergantian pemain sekaligus sebelum babak pertama usai, namun upaya untuk bangkit tidak membuahkan hasil.
Bahkan, hanya semenit setelah babak kedua dimulai, Como menggandakan keunggulan. Lewat skema transisi cepat, Martin Baturina melepaskan tembakan akurat ke sudut jauh gawang, memperdaya Pasveer dan membawa Como unggul 2-0.
Petaka bagi “de Godenzonen” (Anak-anak Dewa) sebutan Ajax belum berhenti. Pada menit ke-64, Como kembali mendapat penalti, setelah Nick Verschuren melakukan pelanggaran ceroboh di dekat garis akhir lapangan.
Kali ini giliran Anastasios Douvikas yang maju sebagai algojo dan menuntaskan tugasnya dengan dingin. Skor menjadi 3-0 untuk Como 1907.
Di sisa laga, Ajax sempat memiliki dua peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan melalui Brian Brobbey dan Raúl Moro, namun keduanya gagal memaksimalkan peluang menjadi gol. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-0 bertahan, sekaligus memastikan Como 1907 mengangkat trofi Como Cup edisi perdana. (MR-2)






