Gol Telat Merino Akhiri Mimpi CR7, Ini Empat Catatan Penting Kemenangan Spanyol

Mimpi Berakhir – Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, berjalan meninggalkan lapangan dengan wajah sedih dan kecewa setelah Portugal kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Seleção das Quinas di turnamen tersebut. (Sumber foto: @HQpcrt/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Gol telat Mikel Merino membawa Spanyol mengalahkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Dallas, Kota Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB.

Gelandang serang untuk klub Liga Utama Inggris, Arsenal F.C itu masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-91. Hasil tersebut mengantar La Roja ke perempat final sekaligus menghentikan langkah Portugal bersama Cristiano Ronaldo.

Spanyol kini selangkah lebih dekat untuk mencatatkan sejarah. La Roja berpeluang menjadi tim keempat yang memegang gelar juara Eropa dan Piala Dunia secara bersamaan.

Sebelumnya, Jerman melakukannya pada 1972 dan 1974. Prancis menyusul melalui gelar Piala Dunia 1998 serta Kejuaraan Eropa 2000.

Spanyol juga pernah mencatatkan prestasi serupa setelah menjuarai Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Usai kembali menjadi kampiun Eropa pada 2024, tim asuhan Luis de la Fuente kini menunggu pemenang laga Amerika Serikat melawan Belgia di perempat final.

Pertemuan Spanyol dan Portugal sebenarnya menjanjikan duel berkualitas. Namun, kedua tim lebih banyak saling meredam permainan sepanjang pertandingan.

Peluang bersih tidak banyak tercipta. Meski demikian, laga tersebut tetap menghadirkan sejumlah catatan menarik. (I)

Ronaldo Mendekati Akhir Perjalanan Bersama Portugal

Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo bersama Portugal. Pada Piala Dunia 2030, sang kapten akan berusia 45 tahun.

Portugal memang menjadi salah satu tuan rumah turnamen edisi seratus tahun itu. Namun, peluang Ronaldo untuk tetap bermain hingga saat tersebut tampak semakin kecil.

Pemenang lima Ballon d’Or itu pernah menyampaikan rencana pensiun dari sepak bola profesional paling lambat pada 2027. Masa kontraknya bersama klub Liga Pro Saudi, Al Nassr FC juga berakhir pada tahun yang sama.

Kátia Aveiro, saudari Ronaldo, bahkan menyebut Piala Dunia 2026 sebagai tarian terakhir sang kakak bersama Portugal. Kekalahan dari Spanyol pun terasa seperti penutup yang wajar bagi perjalanan panjangnya di panggung Piala Dunia.

Ronaldo sudah memberikan banyak hal untuk negaranya. Sebelum era CR7 – julukan bagi Cristiano Ronaldo – Portugal belum pernah meraih gelar internasional besar.

Kini, Seleção das Quinas memiliki tiga trofi. Ronaldo juga memegang rekor dunia untuk jumlah penampilan dan gol di level internasional sepak bola putra.

Trofi Piala Dunia memang belum pernah masuk ke koleksinya. Namun, perjalanan Ronaldo bersama Portugal tetap meninggalkan warisan besar.

Yamal Diikat Ketat Pertahanan Portugal

Lamine Yamal tetap menjaga catatan tidak terkalahkan saat menjadi starter untuk Spanyol. Akan tetapi, pemain muda Barcelona itu bukan penentu kemenangan La Roja pada pertandingan ini.

Sepanjang laga, Yamal masih memperlihatkan ancaman. Ia melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan tujuh kali menyentuh bola di kotak penalti Portugal, terbanyak dibandingkan pemain lain.

Nuno Mendes menjadi penghalang utama Yamal pada awal pertandingan. Bek kiri Paris Saint-Germain itu tampil disiplin dan jarang memberi ruang kepada winger berusia muda tersebut.

Satu momen Yamal berhasil melewati Mendes terjadi sekitar menit ke-52. Mendes kemudian melakukan tekel pemulihan, tetapi gerakan itu membuatnya mengalami cedera.

Cedera memaksa Mendes meninggalkan lapangan. Nélson Semedo masuk dan melanjutkan tugas menjaga sisi kiri pertahanan Portugal.

Semedo juga mampu membatasi ruang gerak Yamal. Karena itu, bintang muda Spanyol tersebut tidak mampu tampil sebebas seperti pada pertandingan sebelumnya.

Merino Kembali Menjadi Pembeda

Mikel Merino kembali membuktikan nilai pentingnya bagi Spanyol. Gelandang Arsenal itu mencetak gol kemenangan hanya beberapa menit setelah masuk lapangan.

Luis de la Fuente memasukkan Merino ketika La Roja membutuhkan gol. Keputusan tersebut terbayar pada menit ke-91.

Ferran Torres menerima bola dari Rodrigo Hernández sebelum mengirim umpan kepada Merino. Sang gelandang lalu menunjukkan ketenangan saat menaklukkan Diogo Costa.

Gol itu melanjutkan kontribusi besar Merino bagi tim nasional. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026, ia mencetak enam gol, jumlah yang sama dengan Mikel Oyarzabal.

Hanya empat pemain yang menghasilkan gol lebih banyak sepanjang kualifikasi zona Eropa. Namun, Merino tetap lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Empat dari lima penampilannya di Piala Dunia 2026 datang sebagai pemain pengganti. Peran tersebut justru membuatnya menjadi senjata penting Spanyol ketika pertandingan membutuhkan perubahan.

Pada perempat final, Merino mungkin kembali tidak masuk susunan pemain utama. Meski begitu, De la Fuente sudah mengetahui bahwa ia memiliki solusi berharga untuk menit-menit akhir.

Diogo Costa Layak Mendapat Panggung Lebih Besar

Diogo Costa tidak patut disalahkan atas kekalahan Portugal. Kiper FC Porto itu bahkan melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga timnya tetap bertahan dalam pertandingan.

Penampilan Costa di Piala Dunia 2026 melanjutkan performa apiknya pada Euro 2024. Pada laga melawan Spanyol, ia menggagalkan peluang Lamine Yamal dan Álex Baena pada babak pertama.

Kiper berusia 26 tahun tersebut pernah dikaitkan dengan Manchester United. Ketertarikan itu muncul ketika Setan Merah mempertimbangkan pengganti David de Gea pada 2023.

Rumor kepindahan ke Chelsea FC juga beberapa kali mencuat. Namun, Costa masih bertahan bersama Porto hingga saat ini.

Selama lima musim, ia menjadi pilihan utama di bawah mistar FC Porto. Bersama klub berjuluk Dragões (Sang Naga) itu, Costa dua kali menjuarai Primeira Liga Portugal dan terakhir musim 2025-2026 sebagai kiper utama.

Kualitasnya membuat Costa layak dipertimbangkan klub-klub elite Eropa. Chelsea masih mencari kestabilan di posisi penjaga gawang setelah beberapa musim terakhir berganti pilihan.

Liverpool juga dapat menghadapi perubahan jika Alisson Becker pergi. Sementara itu, Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, hingga Real Madrid CF berpotensi membutuhkan penjaga gawang utama baru pada masa mendatang.

Kekalahan Portugal memang menghentikan langkah Costa di Piala Dunia FIFA 2026. Namun, penampilannya justru kembali menguatkan alasan bahwa ia pantas mendapat kesempatan di panggung yang lebih besar. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *