Mataredaksi.com, BANDUNG – Raden Iman Firmansyah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat periode 2026-203, pada Sabtu 14 Februari 2026. Keputusan itu ia ambil setelah menerima dorongan kuat dari sejumlah pengurus cabang (pengcab) di berbagai daerah.
Iman menyampaikan pernyataan tersebut usai mendaftarkan diri sebagai calon ketua di Sekretariat Perbasi Jawa Barat, Kompleks KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026) malam. Dukungan dari para pengcab menjadi faktor utama yang menguatkan langkahnya untuk terlibat lebih jauh dalam pembenahan basket di Tanah Pasundan.
Menurut Iman, hingga saat ini sedikitnya 15 pengcab telah memberikan dukungan resmi. Selain itu, tiga pengcab lainnya juga menyampaikan dukungan secara lisan meski belum menyerahkan surat rekomendasi tertulis.
“Dorongan awal datang dari teman-teman pengcab. Sampai sekarang ada sekitar 18 pengcab yang sudah menyatakan dukungan, baik resmi maupun secara verbal. Itu yang membuat saya mantap untuk maju”, ujar Iman.
Sebagai insan basket yang lama berkecimpung di Jawa Barat, khususnya di Kota Bogor, Iman mengaku memahami langsung berbagai persoalan yang masih perlu dibenahi di tingkat provinsi. Salah satu sorotan utamanya ialah sistem kompetisi basket yang dinilai belum berjalan optimal dan belum memiliki jenjang pembinaan yang jelas.
Ia menilai, kompetisi berjenjang menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet berkualitas. Tanpa sistem yang berkesinambungan, atlet akan kesulitan memperoleh jam terbang dan pengalaman bertanding yang memadai.
“Kompetisi adalah kunci. Dari kompetisi yang sehat dan berkelanjutan, akan lahir pemain yang matang secara mental, berpengalaman, dan siap bersaing di level lebih tinggi. Klub juga punya arah pembinaan yang jelas”, jelasnya.
Iman mencontohkan, selama ini juara di tingkat kota sering kali tidak memiliki kelanjutan kompetisi ke level wilayah atau provinsi secara konsisten. Padahal, sistem tersebut penting untuk membantu klub mengevaluasi kekuatan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.
Evaluasi Sistem Kompetisi
“Jika kompetisi berjalan dengan baik, semua pihak akan merasakan manfaatnya. Kami bisa mengetahui posisi Jawa Barat dan menentukan langkah perbaikan yang tepat”, kata Iman.
Menurutnya, sistem kompetisi yang berjenjang akan memberi arah jelas bagi klub dan atlet. Dengan pola tersebut, pembinaan berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Target Prestasi di PON
Selain kompetisi, Iman menyoroti hasil tim basket Jawa Barat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia menilai capaian dalam beberapa edisi terakhir belum maksimal.
“Sudah beberapa PON kita belum meraih emas. Kondisi ini justru menjadi pemicu semangat. Target kami jelas, mengembalikan prestasi dan merebut kembali emas PON untuk Jawa Barat”, tegasnya.
Profesionalisme Organisasi
Di sisi organisasi, Iman menekankan pentingnya profesionalisme dalam kepengurusan Perbasi Jabar. Ia berkomitmen menerapkan prinsip the right man in the right place dengan melibatkan figur yang kompeten, berpengalaman, dan berintegritas.
Ia juga memastikan proses dukungan dan pembentukan kepengurusan berjalan transparan. “Kami menutup ruang kepentingan pribadi. Tidak ada jual beli jabatan. Semua murni demi basket. Karena kecintaan pada basket, yang telah digeluti sejak masa sekolah, menjadi motivasi utama saya”, ujarnya.
Komitmen Turun ke Daerah
Lebih lanjut, Iman menegaskan bahwa mengelola organisasi basket merupakan bentuk pengabdian. Ia tidak menjadikan Perbasi sebagai sarana kepentingan pribadi maupun politik.
Jika mendapat kepercayaan memimpin Perbasi Jawa Barat, ia berencana turun langsung ke daerah. Ia ingin memetakan persoalan di setiap pengcab karena tiap wilayah memiliki karakter dan tantangan berbeda.
“Kami akan turun ke lapangan dan melakukan pemetaan masalah di setiap pengcab. Dengan begitu, program yang disusun tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah”, pungkasnya. (MR-07)







