Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Spanyol mulai memperlihatkan wajah terbaiknya di Piala Dunia FIFA 2026. La Roja menundukkan Austria dengan skor telak 3-0 pada babak 32 besar, di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB.
Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan Spanyol setelah memborong dua gol. Pedro Porro melengkapi pesta gol tim asuhan Luis de la Fuente. Hasil itu membawa La Roja melangkah ke babak 16 besar dan menanti pemenang duel Portugal melawan Kroasia.
Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Spanyol. “Tim Matador” akhirnya mencetak lebih dari satu gol dalam laga fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 32 tahun.
Spanyol Sempat Kesulitan Membuka Permainan
Spanyol tidak langsung tampil meyakinkan pada awal pertandingan. Mereka hanya mampu menyelesaikan 15 operan dalam lima menit pertama. Catatan itu menjadi angka terendah mereka dalam lima menit awal laga Piala Dunia sejak 2014.
Namun, La Roja perlahan menemukan ritme permainan. Lamine Yamal menjadi pemain pertama yang mengancam pertahanan Austria melalui tembakan rendah. Kiper Alexander Schlager masih mampu mengamankan peluang tersebut.
Yamal kembali terlibat dalam peluang berikutnya. Ia bekerja sama dengan Pedro González López alias Pedri untuk membuka ruang bagi Dani Olmo di kotak penalti. Akan tetapi, Stefan Posch membaca situasi dengan baik dan memblokir jalur tembak Olmo.
Spanyol sempat mengira telah memecah kebuntuan pada menit ke-29. Tendangan sudut dari sisi kanan memicu kemelut di depan gawang Austria. Marc Cucurella bersiap menyambar bola liar. Namun, wasit Glenn Nyberg membatalkan peluang itu setelah menilai Pau Cubarsí melanggar Schlager.
Keputusan tersebut tidak mengendurkan tekanan Spanyol. Yamal kembali memaksa Schlager bekerja keras setelah menerima bola dari sudut sempit di dekat garis gawang. Kiper Austria itu juga menepis tembakan keras Mikel Oyarzabal.
Oyarzabal Pecah Telur Spanyol
Austria akhirnya tidak mampu lagi menahan serangan bertubi-tubi Spanyol. Pada menit ke-39, Cucurella mengirim umpan silang rendah dari sisi kiri. Oyarzabal menyambutnya dengan tenang melalui sepakan kaki kiri yang mengarah ke sudut gawang.
Gol tersebut mengakhiri penantian panjang Spanyol. La Roja sebelumnya gagal mencetak gol dalam sejumlah pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak final 2010.
Schlager masih berusaha menjaga Austria tetap berada dalam pertandingan. Ia mencatatkan penyelamatan ganda yang mengesankan sebelum turun minum. Kiper tersebut menepis tendangan bebas Álex Baena. Setelah itu, ia menggagalkan tembakan Yamal dari bola muntah.
Austria mencoba memberi respons pada babak kedua. Saša Kalajdžić masuk sebagai pemain pengganti dan hampir menyamakan skor pada menit ke-60. Namun, striker tersebut gagal mengarahkan sundulannya ke bawah setelah menerima umpan dari sisi sayap.
Peluang itu menjadi momen penting bagi Das Team julukkan Timnas Austria. David Alaba dan kawan-kawan gagal memanfaatkannya. Sebaliknya, Spanyol justru semakin tajam dalam menyerang.
Porro Tambah Keunggulan, Oyarzabal Tutup Pesta
Spanyol menggandakan keunggulan pada menit ke-66. Cucurella kembali memainkan peran penting ketika ia memaksa bola bergerak ke arah Baena. Gelandang tersebut lalu mengirimkan umpan silang keras dengan kaki kiri ke tengah kotak penalti.
Pedro Porro datang dari lini kedua dan menyambut bola dengan sundulan akurat. Bola meluncur masuk ke gawang Schlager. Spanyol pun unggul 2-0.
Austria kehilangan momentum setelah gol tersebut. Sebaliknya, Spanyol semakin nyaman menguasai permainan. Rodrigo Hernández dan kolega terus menciptakan peluang di area pertahanan lawan.
Cucurella kembali menjadi kreator gol ketiga pada menit ke-89. Bek kiri itu mengirimkan umpan silang presisi ke depan gawang. Oyarzabal bergerak tepat waktu dan menuntaskan peluang tersebut untuk mencetak gol keduanya.
Gol itu memastikan kemenangan 3-0 Spanyol. Hasil tersebut juga menegaskan dominasi skuad asuhan Luis de la Fuente sepanjang pertandingan.
La Roja Akhiri Rekor Buruk di Fase Gugur
Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu favorit berdasarkan prediksi superkomputer Opta. Namun, penampilan mereka pada fase grup belum sepenuhnya meyakinkan.
Prancis dan Argentina bahkan mendapat peluang lebih besar untuk melangkah jauh sebelum babak 32 besar dimulai. Meski demikian, kemenangan atas Austria menunjukkan bahwa Spanyol tetap memiliki kualitas untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
La Roja menguasai pertandingan dengan 23 tembakan, 2,84 expected goals, serta 51 sentuhan di kotak penalti Austria. Sebaliknya, Austria gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Spanyol kini juga tidak terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir melawan Austria. Namun, kemenangan ini memiliki arti lebih besar karena mengakhiri rentetan buruk La Roja di fase gugur Piala Dunia.
Sebelum laga ini, gol terakhir Spanyol pada fase gugur Piala Dunia tercipta lewat Andrés Iniesta saat menaklukkan Belanda 1-0 pada final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Gol pembuka Oyarzabal menjadi gol fase gugur pertama Spanyol sejak momen bersejarah Iniesta tersebut. Setelah itu, Porro membawa Spanyol mencetak lebih dari satu gol dalam laga fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak kemenangan 3-0 atas Swiss pada 2 Juli 1994.
Oyarzabal juga mencatatkan sejarah pribadi. Ia menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak Emilio Butragueño memborong empat gol saat menghadapi Denmark pada 1986.
Penyerang Real Sociedad itu kini telah mengoleksi 17 gol dari 16 penampilan terakhirnya sebagai starter bersama tim nasional Spanyol.
Baena turut tampil menonjol dengan menciptakan lima peluang. Catatan itu membuatnya menjadi pemain Spanyol pertama yang menciptakan lima peluang dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak Xavi pada final 2010.
Yamal Bersinar, Pertahanan Tetap Kokoh
Lamine Yamal memang belum mencetak gol dalam pertandingan ini. David Alaba bahkan memblokir salah satu peluangnya di garis gawang pada akhir laga.
Meski begitu, winger Barcelona tersebut tetap tampil memukau. Yamal memenangkan seluruh sembilan pertandingan yang ia mulai pada turnamen besar bersama Spanyol.
Ia juga menjadi pemain pertama di Piala Dunia 2026 yang mencatatkan setidaknya 10 dribel dan 10 sentuhan di kotak penalti lawan dalam satu pertandingan. Yamal membukukan 10 dribel serta 14 sentuhan di area berbahaya Austria.
Pada usia 18 tahun 354 hari, ia menjadi pemain termuda yang mampu mencatatkan dua statistik tersebut dalam satu laga Piala Dunia.
Spanyol tidak hanya tampil tajam di lini depan. Mereka juga memperlihatkan fondasi pertahanan yang sangat kokoh. La Roja menjadi tim Eropa pertama yang mencatatkan clean sheet pada empat pertandingan awal Piala Dunia sejak Swiss pada 2006.
Unai Simón juga memperpanjang catatan impresifnya. Kiper Spanyol itu kini mencatatkan lima clean sheet beruntun di Piala Dunia. Ia menyamai rekor Walter Zenga bersama Italia pada 1990.
Dengan lini serang yang semakin produktif dan pertahanan yang sulit ditembus, Spanyol kini mengirim peringatan keras kepada calon lawan mereka di babak 16 besar. (MR-01)






