Mataredaksi.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menyampaikan permintaan maaf setelah tim asuhannya gagal meraih gelar juara Piala AFF U-23 2025.
Skuad Garuda Muda harus puas sebagai runner-up usai ditaklukkan Vietnam 0-1 dalam laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (29/7/2025) malam WIB.
Gol semata wayang Nguyễn Công Phượng di menit ke-37 menjadi pembeda dalam duel ketat yang berlangsung di hadapan puluhan ribu suporter tuan rumah.
Kekalahan ini membuat Indonesia kembali gagal merengkuh trofi juara, setelah pada edisi sebelumnya juga terhenti di partai final. Sementara itu, kemenangan tersebut mengukuhkan dominasi Vietnam yang kini mencetak rekor tiga gelar juara beruntun di ajang ini sejak 2022.
Dalam sesi konferensi pers selepas laga, Vanenburg mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan, baik untuk tim maupun para pendukung. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan ini. “Terima kasih semuanya. Saya minta maaf untuk kekalahan ini”, ujar pelatih asal Belanda itu singkat.
Meski demikian, Vanenburg menolak menyalahkan para pemain. Ia menilai perjuangan Kadek Arel dkk. sudah maksimal selama 90 menit pertandingan.
“Saya pikir ini pertandingan yang berat. Kami punya peluang, tapi kebobolan dari situasi set piece. Namun secara keseluruhan, saya bangga. Para pemain menunjukkan usaha dan semangat yang luar biasa”, katanya.
“Dalam sepak bola, kadang menang, kadang kalah. Yang penting kami belajar dan bersiap lebih baik untuk turnamen selanjutnya”, tutup Vanenburg.
Beri Apresiasi
Tak lama berselang, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan apresiasi kepada skuad Garuda Muda atas perjuangan mereka selama turnamen. “Terima kasih untuk pemain, pelatih, dan ofisial Timnas U-23 Indonesia yang sudah bekerja keras di ASEAN U-23 Championship 2025”, ujar Erick.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para suporter yang setia memenuhi stadion selama lima pertandingan timnas. Total hampir 100 ribu penonton hadir langsung untuk memberikan dukungan penuh. “Terima kasih kepada suporter yang selalu berdiri mendukung. Apa pun hasilnya, kami tetap akan berada di belakang tim ini”, ucapnya.
Erick menilai kegagalan kali ini bukan akhir segalanya. Justru, ia berharap kekalahan ini menjadi bahan evaluasi dan titik balik menuju pencapaian yang lebih besar. “Ini menjadi pengalaman berharga. Kami akan bersiap menghadapi tantangan berikutnya”, kata Erick.
Kini, fokus Garuda Muda akan beralih ke agenda penting berikutnya. Tim akan mempersiapkan diri menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang dijadwalkan berlangsung, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 3-9 September 2025 mendatang.
Timnas Indonesia U-23 tergabung dalam Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Makau. Setelah itu, Indonesia U-23 juga ditargetkan tampil di SEA Games 2025 pada akhir tahun. (MR-1)






