Mataredaksi.com, BOGOR – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap satu tahun kepemimpinan Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor berada di angka 48,53 persen. Sementara itu, 47,58 persen responden menyatakan tidak puas.
Data tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Visi Nusantara (LS Vinus) terhadap 800 responden di Kota Bogor dalam beberapa pekan terakhir. Survei mengukur tingkat kepuasan publik di 17 sektor pemerintahan selama setahun kepemimpinan Dedie–Jenal.
Founder Lembaga Studi Visi Nusantara, Yusfitriadi, menjelaskan survei ini bertujuan mengetahui persepsi masyarakat setelah satu tahun kepemimpinan, terhitung sejak pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
“Hasil survei ini menggambarkan bagaimana masyarakat menilai kinerja pemerintah kota dalam satu tahun terakhir”, ujar Yusfitriadi dalam keterangan yang dilansir Mataredaksi, Kamis (26/2/2026).
Ekonomi dan Ketenagakerjaan Jadi Sorotan
Yusfitriadi memaparkan, sektor ekonomi menjadi salah satu titik lemah. Hanya 22,63 persen responden menyatakan puas, sedangkan 77,25 persen tidak puas.
Kondisi serupa terjadi pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat kepuasan hanya mencapai 21,37 persen, sementara 77,13 persen responden menyatakan tidak puas.
Sebaliknya, sektor pendidikan mencatat angka kepuasan tinggi, yakni 84,75 persen. Responden yang tidak puas di bidang ini hanya 14,13 persen.
Infrastruktur hingga Keamanan
Pada sektor kesehatan, tingkat kepuasan mencapai 57,88 persen, sedangkan 41,75 persen responden menyatakan tidak puas. Infrastruktur memperoleh 60,25 persen kepuasan dan 39,75 persen ketidakpuasan.
Sektor transportasi mencatat 51,50 persen puas dan 46,38 persen tidak puas. Di bidang sosial, 59 persen responden merasa puas dan 40,25 persen tidak puas.
Untuk pelayanan publik, tingkat kepuasan berada di angka 52 persen. Sementara itu, bidang keamanan mencatat 47,75 persen puas dan 52,13 persen tidak puas.
Bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi juga menjadi perhatian. Tingkat kepuasan masing-masing hanya 31,50 persen dan 26 persen.
Evaluasi Tata Kelola dan Komunikasi Publik
Tingkat kepuasan pada sektor tata kelola pemerintahan mencapai 34 persen. Sementara itu, tata kelola lingkungan mencatat angka kepuasan 70,25 persen. Di bidang kebudayaan, kepuasan publik berada di angka 56,13 persen, sedangkan komunikasi publik mencapai 60,88 persen.
Founder LS Vinus, Yusfitriadi, menilai pemerintah kota masih menghadapi pekerjaan rumah besar di sejumlah sektor strategis. Ia menegaskan lima bidang yang perlu menjadi prioritas perbaikan dalam empat tahun ke depan, yakni ekonomi, ketenagakerjaan, infrastruktur, sosial, dan transportasi. “Lima sektor ini menjadi yang paling mendesak dan membutuhkan perhatian serius”, tegas Yus.
Metodologi dan Catatan Survei
LS Vinus melaksanakan survei melalui wawancara langsung dan kuesioner terstruktur. Tim peneliti memilih responden secara acak dari berbagai kecamatan di Kota Bogor agar mewakili latar belakang usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan yang beragam.
Survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Yusfitriadi menilai angka kepuasan yang belum melampaui 50 persen menunjukkan pemerintah masih memiliki ruang perbaikan di sejumlah sektor utama.
Menurutnya, masyarakat cenderung memberikan apresiasi pada layanan dasar seperti pendidikan dan lingkungan. Namun, publik bersikap lebih kritis terhadap sektor ekonomi dan ketenagakerjaan karena kedua bidang tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan.
Ia menekankan bahwa hasil survei ini bukan sekadar angka statistik. Data tersebut mencerminkan ekspektasi masyarakat terhadap arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ke depan. Karena itu, ia berharap pemerintah menjadikan temuan ini sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam merumuskan program prioritas. (MR-07)






