Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Jerman kembali gagal meraih kemenangan pada era Jürgen Klopp. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Die Mannschaft justru harus mengakui keunggulan Yunani dengan skor 0-1 dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027, Senin (28/9/2026) dini hari WIB.
Dimitrios Kourbelis menjadi penentu kemenangan Yunani melalui gol pada menit ke-74. Hasil tersebut membuat penantian Jürgen Klopp untuk kemenangan pertamanya sebagai pelatih Jerman kembali berlanjut.
Jürgen Klopp sebelumnya hanya mampu membawa Jerman bermain imbang melawan Belanda pada pertandingan pembuka. Cody Gakpo mencetak gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu untuk menggagalkan kemenangan Jerman.
Jerman Kesulitan Membuka Pertahanan Yunani
Debut kandang pada laga kedua Phase League A Grup A2 Liga Bangsa-Bangsa UEFA, Jürgen Klopp berlangsung di WWK Arena Stadium, Augsburg, Bavaria. Jerman mendominasi permainan sejak awal, tetapi kesulitan mengubah penguasaan bola menjadi peluang berbahaya.
Peluang pertama Die Nationalelf, masih julukan timnas Jerman, baru hadir pada menit ke-25. Younes Ebnoutalib menerima umpan Kevin Schade, tetapi ia gagal mengarahkan bola tepat sasaran.
Karim Adeyemi kemudian mendapat ruang setelah menerima umpan Joshua Kimmich. Penyerang sayap anyar klub La Liga Spanyol, FC Barcelona itu melepaskan tembakan, tetapi bola masih melenceng dari sasaran.
Tzolakis Jadi Penghalang Jerman
Beberapa menit kemudian, Adeyemi kembali mengancam gawang Yunani. Tembakan kaki kirinya mengarah ke sudut gawang, tetapi Konstantinos Tzolakis mampu menepis bola ke belakang.
Jerman terus menekan setelah itu. Bambasé Conté berhasil merebut bola dari Christos Zafeiris dan langsung melepaskan tembakan. Namun, Tzolakis kembali menggagalkan peluang tersebut.
Kiper Yunani yang bermain untuk klub Liga Premier Hull City itu juga mampu mengamankan tendangan bebas Youanes Ebnoutalib dan Joshua Kimmich. Dominasi Jerman belum menghasilkan gol hingga babak pertama berakhir.
Yunani Hampir Mengejutkan Jerman
Jerman melanjutkan tekanan setelah turun minum. Namun, Piratiko (“Kapal Bajak Laut”), julukan timnas Yunani, justru hampir mencetak gol pada menit ke-67. Berawal Joshua Kimmich kehilangan bola saat berduel dengan Vangelis Pavlidis.
Bola kemudian diteruskan kepada Fotis Ioannidis yang mendapat ruang di depan pertahanan Jerman. Ioannidis langsung melepaskan tembakan. Namun, bola hanya melintas tipis di sisi kiri gawang Jerman.
Kourbelis Pecahkan Kebuntuan
Tekanan Yunani akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-74. Umpan silang Christos Tzolis yang mengenai pemain Jerman berubah arah dan jatuh tepat di area Kourbelis di tepi kotak penalti.
Kourbelis kemudian melewati Felix Nmecha sebelum melepaskan tembakan ke arah gawang. Bola sempat mengenai Kimmich sehingga arahnya berubah dan akhirnya masuk ke gawang Jerman. Gol tersebut membawa Yunani asuhan Ivan Jovanović unggul 1-0 sekaligus membuat publik di WWK Arena Stadium terdiam.
Jerman Gagal Menyamakan Kedudukan
Jerman berusaha mengejar setelah tertinggal 0-1. Serge Gnabry mendapat peluang untuk mengubah keadaan, tetapi Tzolakis kembali menunjukkan refleksnya dengan mengamankan tembakan tersebut.
Penguasaan bola Jerman yang mencapai 75,5 persen tidak banyak membantu. Yunani mampu menjaga pertahanan hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan 1-0 tersebut membuat Yunani naik ke puncak Grup A2 dengan enam poin dari dua pertandingan.
Klopp Masih Punya Banyak Pekerjaan
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Jürgen Klopp setelah ia sebelumnya menolak menjanjikan kesuksesan instan ketika memulai tugas bersama Jerman.
Klopp melakukan lima perubahan dalam susunan pemain dibandingkan laga sebelumnya. Jerman sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal memanfaatkan dominasi permainan.
Kondisi tersebut akhirnya menjadi bumerang ketika Kourbelis menghukum Jerman melalui satu peluang penting pada babak kedua.
Penguasaan Bola Tak Menjamin Kemenangan
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Jerman dalam penguasaan bola. Tuan rumah menguasai 75,5 persen bola sepanjang pertandingan.
Thanasis Androutsos menjadi pemain Yunani dengan jumlah umpan akurat terbanyak di antara pemain non-kiper yang tampil sebagai starter, dengan 21 umpan akurat.
Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Yunani justru mampu mencetak gol melalui satu-satunya tembakan mereka yang tepat sasaran.
Yunani Efisien di Depan Gawang
Pasukan “Kapal Bajak Laut” menyelesaikan pertandingan dengan delapan tembakan dan mencatat nilai expected goals (xG) sebesar 0,77.
Jerman jauh lebih banyak menciptakan percobaan dengan 16 tembakan dan xG mencapai 1,34. Namun, hanya Yunani yang mampu memaksimalkan peluang mereka menjadi gol.
Kekalahan ini membuat Jerman baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal Grup A2. Joshua Kimmich dan kawan-kawan kini berada di posisi ketiga dan akan menghadapi Serbia di kandang sendiri pada Kamis mendatang. (MR-02)






